Bahkan, Jokowi berjanji akan blusukan ke puluhan provinsi, ratusan kabupaten/kota, serta ribuan kecamatan dan desa di seluruh Indonesia demi memenangkan PSI dalam kontestasi politik.
Ironi dan Tudingan Ijazah Palsu
Saiful Huda menyoroti ironi dari komitmen Jokowi tersebut. Menurutnya, Jokowi yang bersemangat blusukan untuk PSI justru tidak pernah memenuhi panggilan pengadilan terkait persidangan dugaan ijazah palsu yang menjeratnya.
"Padahal Jokowi sudah dipanggil berkali-kali oleh pengadilan untuk membuktikan keaslian ijazahnya," tegas Saiful. Hal ini dianggap sebagai bentuk kontradiksi dan ketidakkonsistenan dari mantan presiden tersebut.
Artikel Terkait
Dokter Tifa Kritik Jokowi di Rakernas PSI: Strategi Playing Victim atau Kondisi Kesehatan?
Prabowo Subianto Temui Siti Zuhro & Susno: Pertemuan Malam Hari di Kertanegara Diungkap
Gatot Nurmantyo Kritik Kapolri: Analisis Hukum Dampaknya bagi Institusi Polri
Prabowo Subianto Gelar Pertemuan Malam dengan Tokoh Oposisi, Bahas Kebocoran Anggaran Negara