Kritik Pedas untuk Jokowi: Dianggap Ingkar Janji Pulang Kampung, Pilih Bekerja untuk PSI
Joko Widodo atau Jokowi pernah berjanji akan kembali ke Solo dan hidup sebagai rakyat biasa setelah masa kepresidenannya berakhir. Namun, komitmen terbarunya untuk bekerja keras mendukung Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menuai kritik tajam.
Mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Harimau Jokowi, Saiful Huda Ems, menyebut Jokowi sebagai "manusia nggedabrus yang tidak tahu diri". Kritik ini disampaikan melalui keterangan tertulis di Jakarta pada Minggu, 1 Februari 2026.
Janji Jokowi untuk Bekerja Mati-Matian Demi PSI
Dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PSI yang digelar di Makassar, Sulawesi Selatan, pada Sabtu 31 Januari 2026, Jokowi menyatakan kesediaannya untuk bekerja keras membesarkan partai tersebut.
Bahkan, Jokowi berjanji akan blusukan ke puluhan provinsi, ratusan kabupaten/kota, serta ribuan kecamatan dan desa di seluruh Indonesia demi memenangkan PSI dalam kontestasi politik.
Ironi dan Tudingan Ijazah Palsu
Saiful Huda menyoroti ironi dari komitmen Jokowi tersebut. Menurutnya, Jokowi yang bersemangat blusukan untuk PSI justru tidak pernah memenuhi panggilan pengadilan terkait persidangan dugaan ijazah palsu yang menjeratnya.
"Padahal Jokowi sudah dipanggil berkali-kali oleh pengadilan untuk membuktikan keaslian ijazahnya," tegas Saiful. Hal ini dianggap sebagai bentuk kontradiksi dan ketidakkonsistenan dari mantan presiden tersebut.
Artikel Terkait
Prabowo Ingin Bahasa Asing Diajarkan Sejak Kelas 1 SD, Sebut Ada 7 Bahasa Prioritas
Jokowi Sebut Posisi Duduk Gibran di Sidang Kabinet Sudah Sesuai Aturan dan Minta Publik Tak Berspekulasi
Pemerintah Diminta Tak Abaikan Akar Kerusuhan Agustus 2025: Pengamat Sebut Stabilitas Bukan Hanya Soal Bayang-Bayang Jokowi
Wartawan Parlemen Kecam Benny Harman soal Ucapan Otak Kamu Ada Gak, Minta Maaf atau Dilaporkan ke MKD