Dokter Tifa Kritik Jokowi di Rakernas PSI: Strategi Playing Victim atau Kondisi Kesehatan?

- Minggu, 01 Februari 2026 | 04:25 WIB
Dokter Tifa Kritik Jokowi di Rakernas PSI: Strategi Playing Victim atau Kondisi Kesehatan?
Kritik Dokter Tifa: Jokowi di Rakernas PSI Dinilai Strategi Playing Victim

Dokter Tifa Kritik Jokowi di Rakernas PSI: Strategi Playing Victim?

Pegiat media sosial Tifauziah Tyassuma atau Dokter Tifa melontarkan kritik pedas terhadap kehadiran mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Makassar.

Dalam unggahan di media sosialnya, Dokter Tifa mempertanyakan alasan Jokowi tampil di publik meski terlihat dalam kondisi kesehatan yang menurun.

Sorotan Kondisi Kesehatan Jokowi

Dokter Tifa mengamati penampilan Jokowi yang menurutnya menunjukkan tanda-tanda kelelahan. Ia menyebutkan gesture tubuh yang terlihat ringkih dan wajah yang lelah selama acara berlangsung.

"Mengapa dalam keadaan sakit, wajah ancur, body ringkih, gesture tertatih, dia masih hobi tampil?" tulis Dokter Tifa dalam unggahannya.

Analisis Strategi Politik Playing Victim

Lebih dari sekadar kritik kesehatan, Dokter Tifa menduga kehadiran Jokowi merupakan bagian dari strategi politik. Ia menyebut mantan presiden tersebut sedang menjalankan narasi playing victim atau berpura-pura menjadi korban.

"Karena dia, menurut keyakinan saya, menjalankan strategi playing victim. Merasa jadi korban karena terus ‘dianiaya’ oleh RRT," ujarnya, merujuk pada Roy Suryo, Rismon Sianipar, dan dirinya sendiri.

Pidato dan Pengulangan Kata "Saya Masih Sanggup"

Dokter Tifa juga menyoroti pidato Jokowi yang diucapkan dengan suara parau. Ia mencatat pengulangan frasa kunci tertentu yang dianggapnya bermakna psikologis.

"Perhatikan kata-katanya yang diulang-ulang: ‘Saya masih sanggup, saya masih sanggup, saya masih sanggup’," tulisnya. Pengulangan ini ditafsirkan sebagai upaya meyakinkan diri sendiri dan publik di tengah kondisi yang sebenarnya rentan.

Kesehatan sebagai Komoditas Politik?

Dalam kritik penutupnya, Dokter Tifa menyatakan bahwa kondisi sakit Jokowi telah dijadikan bagian dari komoditas politik. Kehadirannya di panggung PSI dinilai bukan semata untuk mendukung partai, melainkan untuk membangun citra sebagai figur yang tabah meski sedang sakit.

"Dunia baginya seakan tak pernah cukup, dan yang membatasi tampaknya hanya mati," pungkas Dokter Tifa secara reflektif.

Kehadiran Jokowi di Rakernas PSI ini terus memicu berbagai tanggapan dan analisis dari pengamat politik dan publik.

Editor: Annisa Rachmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar