PARADAPOS.COM - Sekretaris Jenderal DPP PDIP, Hasto Kristiyanto, memberikan respons santai terhadap keputusan Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep, yang memastikan diri maju sebagai calon anggota legislatif dari Daerah Pemilihan Jawa Tengah V pada Pemilu 2029. Menurut Hasto, langkah tersebut merupakan proses politik yang wajar, namun ia menekankan bahwa partainya berpegang teguh pada ideologi dan gagasan besar, bukan sekadar perebutan kursi. Pernyataan ini disampaikan di sela-sela kegiatan di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, pada Selasa, 28 Juli 2026.
Sikap PDIP: Politik Berlandaskan Ideologi
Di tengah hiruk-pikuk persiapan menuju kontestasi elektoral, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto memilih untuk tidak larut dalam perdebatan soal keputusan politik putra bungsu Presiden Joko Widodo tersebut. Ia justru mengingatkan bahwa bagi PDIP, politik bukanlah sekadar ajang rebutan jabatan semata.
"Ya, bagi PDI Perjuangan, politisi itu dipimpin oleh ideologi, oleh gagasan-gagasan besar. Sehingga hal-hal yang sifatnya praktis-praktis, menjadi calon, anggota legislatif, itu kan proses yang normal," ujar Hasto kepada wartawan di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Selasa, 28 Juli 2026.
Suasana di lokasi tampak santai, namun pernyataan Hasto sarat dengan penekanan pada pondasi partai. Ia enggan memberikan analisis lebih jauh mengenai langkah politik Kaesang. Dengan nada hati-hati, ia mengalihkan pertanyaan lebih detail kepada juru bicara partai.
"Itu nanti biar Saudara Guntur Romli (Politikus PDIP) atau Mujab (Politikus PDIP) ya," tukasnya singkat, menutup sesi tanya jawab mengenai topik tersebut.
Langkah Kaesang: Target Senayan dari Solo Raya
Keputusan Kaesang Pangarep untuk maju sebagai caleg bukanlah isu yang tiba-tiba. Sebelumnya, dalam Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) PSI Kota Solo, ia secara gamblang menyampaikan ambisinya untuk duduk di kursi Senayan. Ia akan bertarung di Dapil yang sama dengan sejumlah politisi mapan, termasuk Ketua DPR RI Puan Maharani, yang dikenal memiliki mesin partai yang solid dan ideologi yang matang.
“Pesan yang saya sampaikan tadi bukan pesan saya sebagai ketua umum. Tapi pesan saya sebagai bakal calon legislatif RI Dapil V Jawa Tengah," kata Kaesang, dikutip Minggu, 26 Juli 2026.
Pernyataan ini menunjukkan bahwa Kaesang berusaha memisahkan perannya sebagai ketua umum partai dengan status barunya sebagai kontestan pemilu. Langkah ini pun menjadi sorotan, mengingat ia harus berhadapan langsung dengan para politisi yang sudah lama malang melintang di panggung politik nasional. Dinamika politik di Jawa Tengah pun dipastikan akan semakin menarik untuk diikuti.
Artikel Terkait
PGR Mulai Jadikan Anies “Komoditi Politik” untuk Pilpres 2029
Habib Rizieq Kritik Mahfud MD Soal Ormas Amar Maruf: Yang Bubarkan FPI Kini Sesalkan Tak Ada yang Jalankan Fungsi Itu
Survei SMRC: Kepuasan Publik terhadap Kinerja Prabowo Anjlok 30 Poin dalam Sembilan Bulan
Denny Indrayana dalam Surat Terbuka ke Prabowo: Setuju Gibran Dipecat, Posisi Duduk di Sidang Kabinet Dinilai Langgar Protokoler