PARADAPOS.COM - Formasi tempat duduk dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, pada Senin (20/7) memicu perbincangan hangat di publik. Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tidak duduk berdampingan dengan Presiden Prabowo Subianto, melainkan sejajar dengan jajaran menteri koordinator. Menanggapi sorotan tersebut, Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) menegaskan bahwa posisi itu telah sesuai dengan aturan keprotokolan yang berlaku dan meminta publik untuk tidak berspekulasi berlebihan.
Momen sidang kabinet yang biasanya menjadi ajang menunjukkan kekompakan pimpinan nasional kali ini menyimpan keunikan tersendiri. Alih-alih berada di sisi kanan Presiden, Gibran justru terlihat duduk di barisan yang sama dengan para pembantunya. Pemandangan yang tidak lazim ini tentu saja langsung menjadi bahan perbincangan hangat di media sosial dan berbagai grup percakapan.
Respons Jokowi Mengenai Posisi Duduk Wapres
Jokowi menanggapi pertanyaan para wartawan di kediamannya, Jalan Kutai Utara Nomor 01, Sumber, Solo, Rabu (12/8/2026). Dengan nada tenang, ia mengingatkan bahwa semua hal mengenai kedudukan wakil presiden sudah diatur secara jelas dalam konstitusi dan undang-undang keprotokolan.
"Ya, secara kedudukan wakil presiden itu secara konstitusional jelas, sudah jelas. Dan ada undang-undang keprotokolan juga jelas semuanya," kata Jokowi kepada awak media.
Ia kemudian menambahkan bahwa seharusnya publik cukup mengikuti aturan yang telah ditetapkan tersebut. "Ya sudah, diikuti aja aturannya di situ, karena sudah jelas semuanya kok. Ya, coba dibaca aturannya," ujarnya.
Penegasan Tidak Ada Keretakan Hubungan
Lebih lanjut, mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga membantah keras isu yang menyebut adanya keretakan hubungan antara Prabowo dan Gibran. Ia memastikan keduanya tetap memiliki hubungan yang baik dan tidak ada masalah apa pun.
"Ya, baik-baik saja, nggak ada masalah," ungkap Jokowi.
Ketika para pewarta kembali melontarkan pertanyaan serupa mengenai kabar hubungan yang disebut merenggang, Jokowi hanya memberikan jawaban singkat. "Baik-baik saja," tambahnya.
Penjelasan Teknis dari Mensesneg
Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi telah memberikan klarifikasi resmi mengenai formasi tempat duduk dalam sidang kabinet tersebut. Ia menegaskan bahwa penataan tersebut murni karena kebutuhan teknis, bukan berkaitan dengan persoalan politik ataupun hubungan antarpimpinan.
Prasetyo menjelaskan bahwa Presiden Prabowo memerlukan posisi khusus di tengah karena menggunakan alat bantu bernama teleprompter untuk menyampaikan sejumlah data mengenai capaian pemerintah.
"Di situ karena beliau ingin menjelaskan banyak sekali program, maka kemarin kalau saudara-saudara perhatikan karena banyaknya program itu juga harus diikuti atau didukung dengan data-data, maka kemarin beliau kan menggunakan alat bantu namanya teleprompter," jelasnya.
Karena kebutuhan teknis tersebut, Prabowo ditempatkan di tengah agar sesuai dengan posisi alat bantu. Sementara itu, penempatan Gibran di sebelah jajaran menteri juga semata-mata untuk kelancaran jalannya sidang kabinet, bukan karena alasan lain.
Artikel Terkait
Pemerintah Diminta Tak Abaikan Akar Kerusuhan Agustus 2025: Pengamat Sebut Stabilitas Bukan Hanya Soal Bayang-Bayang Jokowi
Wartawan Parlemen Kecam Benny Harman soal Ucapan Otak Kamu Ada Gak, Minta Maaf atau Dilaporkan ke MKD
Pratikno Bantah Mundur dari Kabinet karena Sakit, Mensesneg Pastikan Kondisinya Sehat
Mantan Hakim MK Arief Hidayat: Negara Ateis Justru Bersih Korupsi, Indonesia Religius tapi Rusak