Desakan Pencopotan Kapolri Dinilai Manuver Pengganggu Stabilitas Pemerintahan

- Selasa, 04 Agustus 2026 | 13:25 WIB
Desakan Pencopotan Kapolri Dinilai Manuver Pengganggu Stabilitas Pemerintahan

PARADAPOS.COM - Gelombang desakan agar Jenderal Listyo Sigit Prabowo dicopot dari kursi Kapolri dinilai sebagai manuver untuk mengganggu stabilitas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Ketua Majelis Pro-Demokrasi (ProDem), Iwan Sumule, menyebut isu ini sengaja dihembuskan oleh pihak-pihak yang ingin menciptakan kekacauan. Pernyataan itu disampaikannya di Jakarta pada Selasa, 4 Agustus 2026, merespons riuh rendahnya spekulasi yang beredar di publik belakangan ini.

Menariknya, desakan yang datang dari sejumlah elemen tersebut justru berbanding terbalik dengan catatan kinerja yang dinilai sukses. Iwan Sumule menegaskan bahwa di bawah kepemimpinan Sigit, institusi Polri dinilai berhasil menjalankan berbagai program prioritas pemerintah. Oleh karena itu, upaya untuk menggantikannya di tengah jalan bukan hanya soal pergantian personel, melainkan juga ancaman terhadap roda pemerintahan yang sedang berjalan.

Prestasi yang Dianggap Mengganggu

“Isu pergantian Kapolri dimainkan oleh mereka yang mau membuat kekacauan dan mengganggu Pemerintahan Prabowo,” ujar Iwan Sumule dalam keterangannya, Selasa kemarin.

Pernyataan tegas ini keluar bukan tanpa dasar. Sepanjang kepemimpinan Jenderal Sigit, sejumlah program strategis nasional disebut-sebut mendapat dukungan penuh dari kepolisian. Mulai dari pendampingan ketahanan pangan hingga pengawalan program makan bergizi gratis yang tengah digalakkan.

Di lapangan, dukungan tersebut terlihat nyata. Polri bahkan disebut telah membentuk sekitar 1.500 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk memperlancar distribusi program MBG ke berbagai daerah. Sebuah langkah operasional yang tidak sederhana dan membutuhkan koordinasi lintas sektor.

Catatan Pengamanan yang Panjang

Lebih jauh lagi, pengalaman kepolisian di bawah komando Sigit dalam mengawal keamanan nasional terbilang panjang. Rentang tugasnya mencakup masa-masa kritis, mulai dari penanganan pandemi Covid-19, pengamanan pesta demokrasi, hingga meredam potensi kerusuhan sosial dalam beberapa tahun terakhir.

Rekam jejak inilah yang kemudian membuat narasi pencopotan terasa janggal. Iwan Sumule menilai, justru karena prestasi itulah muncul upaya-upaya untuk melemahkan posisi Kapolri. Baginya, hal ini merupakan bentuk resistensi terhadap kebijakan pemerintah yang sedang berjalan.

“Sejauh ini prestasi Jenderal Sigit dalam mendukung program pemerintahan Prabowo dianggap berhasil,” jelasnya, menekankan bahwa keberhasilan tersebut menjadi alasan mengapa isu ini patut dicurigai.

Dengan begitu, ia mengingatkan publik untuk tidak mudah terprovokasi oleh isu yang belum tentu jelas juntrungannya. Stabilitas politik nasional, menurutnya, adalah harga mati yang harus dijaga bersama, terlebih di tengah berbagai program pembangunan yang tengah berjalan.

Editor: Joko Susilo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar