PARADAPOS.COM - Kehadiran Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) di panggung politik kembali menjadi sorotan. Pengamat politik Rocky Gerung menilai ada sejumlah perkara hukum yang belum tuntas dan membuat Jokowi resah, sehingga mendorongnya kembali aktif secara politik. Beberapa kasus yang dimaksud antara lain dugaan ijazah palsu S1 Fakultas Kehutanan UGM yang telah masuk meja hukum, serta persoalan lain yang dinilai membelit. Fenomena ini memunculkan spekulasi bahwa tujuan utama dari manuver politik Jokowi adalah memuluskan jalan putra sulungnya, Gibran Rakabuming Raka, menuju kursi presiden pada Pilpres 2029.
Pernyataan tersebut mengemuka di tengah meningkatnya intensitas Jokowi tampil di berbagai daerah. Rocky menilai, keaktifan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan ada kepentingan yang lebih dalam. Ia bahkan menyebut secara spesifik bahwa hanya Gibran yang bisa melindungi Jokowi dari jerat kasus yang ada.
Kasus yang Membayangi dan Alasan Kembali Berpolitik
Rocky mengungkapkan kekhawatirannya dalam sebuah diskusi yang disiarkan melalui kanal YouTube Total Politik. Menurutnya, ada banyak persoalan yang belum membuat Jokowi merasa aman. Ia menyebutkan beberapa di antaranya secara gamblang.
"Ada yang belum bikin Presiden Jokowi itu aman soal kasus-kasus. Kasusnya bukan cuman soal ijazah, soal kasus KPPU apa soal kasus KPU segala macam, soal Parcok kan banyak kasus kan," ujarnya dalam kesempatan tersebut.
Lebih lanjut, Rocky menilai intensitas kemunculan Jokowi di ruang publik menunjukkan adanya keinginan untuk bermain politik lagi, meskipun sebelumnya sempat menyatakan tidak akan melakukannya. Ia menegaskan bahwa tujuan dari semua ini sebenarnya tunggal.
"Kalau dia ingin bermain politik cuman satu tujuannya. jadikan Gibran Presiden. Kenapa mesti Gibran Presiden? Hanya Gibran yang bisa melindungi kasus-kasus Jokowi," jelasnya.
Harapan pada Gibran dan Hasil Survei
Senada dengan Rocky, mantan Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Lukas Luwarso, juga menilai Jokowi masih menaruh harapan besar kepada Gibran untuk kontestasi Pilpres 2029. Pandangan ini bukan tanpa dasar, melainkan berdasarkan informasi yang ia terima dari orang-orang dekat Jokowi.
Lukas mengatakan, berdasarkan informasi dari orang-orang dekat Jokowi, mantan Wali Kota Solo itu sangat memperhitungkan hasil survei. Dalam survei terbaru Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Gibran berada di posisi keempat dengan suara 7,7%, di bawah Anies Baswedan yang meraih 8,2%.
"Gibran dengan Anies perbedaannya enggak besarlah, sudah enggak nyampai 2%," ujarnya dalam kanal YouTube Forum Keadilan TV.
Lukas menilai selisih elektabilitas yang tipis tersebut masih bisa dikejar. Ia meyakini Jokowi masih berharap bisa mendorong elektabilitas Gibran melalui safari politiknya keliling Indonesia. Hal ini terlihat jelas dari pernyataan Jokowi yang berencana mendatangi kecamatan-kecamatan.
"Nah, jadi ya, sebenarnya kan intinya Jokowi ketika teriak "saya akan keliling Indonesia, saya datangi kecamatan-kecamatan," itu buat Gibran," tandasnya.
Artikel Terkait
Amien Rais Peringatkan Prabowo soal Upaya Terselubung Jokowi Goyang Pemerintahan
Amien Rais Ingatkan Prabowo soal Kedekatan dengan Trump: Jaga Politik Bebas Aktif, Jangan Terkesan Condong ke Israel
Gibran Diminta Mundur dari Jabatan Wapres, Denny Indrayana: Tahu Diri dan Tahu Malu
Amien Rais Minta Prabowo Jaga Jarak dengan Trump demi Prinsip Bebas Aktif