SINAR HARAPAN - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Jawa Tengah mendalami video rekaman Penjabat Gubernur Jateng Nana Sudjana menyambut Menteri Pertahanan sekaligus calon presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto, yang viral di media sosial.
“Kami akan melakukan penelusuran bersama dengan Bawaslu Kota Semarang," kata Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Bawaslu Jateng Achmad Husain di Semarang, Jumat, 22 Desember 2023.
Menurut dia, Bawaslu Jateng belum bisa memastikan apakah ada pelanggaran dalam peristiwa itu karena masih ada beberapa proses yang harus dilakukan secara lebih lanjut.
"Adanya pelanggaran atau tidak bisa diketahui setelah dilakukan berbagai proses dalam penanganan kasus tersebut," ujarnya.
Penjabat Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana saat dikonfirmasi menyebut potongan video rekaman penyambutan dirinya terhadap Prabowo Subianto, yang viral di media sosial, terlalu dipolitisasi.
“Terkait video viral itu, jadi memang saya waktu itu kan, itu pelaksanaannya udah dua atau tiga minggu yang lalu. Kami memang jemput Pak Prabowo, kapasitas beliau adalah Menhan. Jadi yang memberikan penilaian-penilaian tersebut terlalu dipolitisir,” katanya.
Baca Juga: Ganjar-Mahfud Berkomitmen Majukan Perempuan Indonesia
Dalam rekaman video tersebut, Nana terlihat berdiri di antara tim pemenangan Prabowo diantaranya, Ketua Tim Kampanye Daerah Jateng Prabowo-Gibran, Kukrit Suryo Wicaksono, termasuk petinggi Partai Gerindra seperti Sekjen Ahmad Muzani dan Andre Rosiade yang merupakan anggota Dewan Pembina.
Diketahui lokasi video rekaman itu adalah Lanumad Ahmad Yani Semarang pada Sabtu (9/12), dimana saat itu di Stadion Jatidiri Semarang digelar acara HUT Ke-9 Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang dihadiri sejumlah tokoh seperti Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep yang merupakan putra Presiden Joko Widodo.***
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: sinarharapan.co
Artikel Terkait
Prabowo Ingin Bahasa Asing Diajarkan Sejak Kelas 1 SD, Sebut Ada 7 Bahasa Prioritas
Jokowi Sebut Posisi Duduk Gibran di Sidang Kabinet Sudah Sesuai Aturan dan Minta Publik Tak Berspekulasi
Pemerintah Diminta Tak Abaikan Akar Kerusuhan Agustus 2025: Pengamat Sebut Stabilitas Bukan Hanya Soal Bayang-Bayang Jokowi
Wartawan Parlemen Kecam Benny Harman soal Ucapan Otak Kamu Ada Gak, Minta Maaf atau Dilaporkan ke MKD