5 Sayuran yang Lebih Sehat Dimasak, Bukan Mentah: Penjelasan Ahli Gizi

- Selasa, 04 November 2025 | 00:40 WIB
5 Sayuran yang Lebih Sehat Dimasak, Bukan Mentah: Penjelasan Ahli Gizi

5 Sayuran yang Lebih Sehat Dimasak, Bukan Dimakan Mentah

Banyak orang percaya bahwa makan sayuran mentah selalu lebih sehat karena dianggap lebih alami dan nutrisinya tidak hilang akibat panas. Namun, faktanya tidak selalu demikian. Menurut para ahli gizi, beberapa jenis sayuran justru lebih bergizi setelah dimasak. Proses pemanasan membantu memecah dinding sel sayuran, membuat vitamin dan antioksidan lebih mudah diserap tubuh. Selain itu, memasak juga mengurangi senyawa seperti oksalat yang dapat menghambat penyerapan mineral.

1. Wortel

Memasak wortel meningkatkan pelepasan beta-karoten, zat yang diubah tubuh menjadi vitamin A untuk kesehatan mata dan sistem imun. Penelitian menunjukkan penyerapan beta-karoten meningkat drastis dari 11% (mentah) menjadi 75% setelah ditumis.

2. Tomat

Proses memasak tomat meningkatkan kadar likopen, antioksidan kuat yang terkait dengan penurunan risiko penyakit jantung dan kanker. Produk seperti saus tomat, pasta tomat, atau tomat panggang memiliki kandungan likopen lebih tinggi dibanding tomat segar.

3. Sayuran Berdaun Gelap

Bayam, kale, dan pakcoy mengandung oksalat yang dapat mengikat mineral penting seperti kalsium dan zat besi. Mengukus atau menumisnya sebentar dapat mengurangi kandungan oksalat, sehingga mineral tersebut lebih mudah diserap tubuh.

4. Bawang

Memasak bawang meningkatkan kadar quercetin, senyawa anti-inflamasi alami. Namun, hindari merebus terlalu lama karena sebagian zat gizi dapat larut dalam air.

5. Terong

Memasak terong membuat teksturnya lebih lembut, mengurangi rasa pahit, dan meningkatkan ketersediaan antioksidan. Untuk hasil terbaik, panggang atau tumis ringan karena terong cenderung menyerap banyak minyak.

Kesimpulan

Para ahli menekankan bahwa cara terbaik mengonsumsi sayuran adalah dengan variasi antara yang dimakan mentah dan dimasak. Kombinasi ini membantu tubuh mendapatkan spektrum nutrisi yang lebih lengkap.

Editor: Yuli Astuti

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler