5.000 Penggemar Padati Konser Comeback Mahalini di Kuala Lumpur, Tandai Debut Internasional Antara Suara

- Senin, 04 Mei 2026 | 18:00 WIB
5.000 Penggemar Padati Konser Comeback Mahalini di Kuala Lumpur, Tandai Debut Internasional Antara Suara
PARADAPOS.COM - Sekitar 5.000 penggemar memadati Idea Live Arena, 3 Damansara, Kuala Lumpur, pada 2 Mei 2026 untuk menyaksikan konser KOMA Live in Concert, yang menjadi panggung comeback penyanyi Mahalini setelah masa hiatus. Acara ini juga menandai debut internasional promotor Antara Suara, menghadirkan kolaborasi dengan musisi seperti Afgan, Krisdayanti, dan Sal Priadi. Antusiasme para penggemar yang disebut Mylinz terasa sejak siang hari hingga akhir pertunjukan.

Debut Internasional yang Penuh Makna

Konser ini bukan sekadar hiburan. CEO Antara Suara, Andri Verraning Ayu, menjelaskan bahwa acara ini dirancang sebagai ruang emosional antara musisi dan pendengar. Dari konsep hingga produksi, terlihat jelas upaya untuk menciptakan pengalaman yang lebih personal dan berkesan. "Sejak awal kami menyambut kembalinya Mahalini dengan penuh antusias. Bagi kami, ini bukan sekadar konser, tetapi sebuah momen penting yang menandai perjalanan baru seorang musisi sekaligus ruang pertemuan emosional antara Mahalini dan para penggemarnya. Gelaran di Malaysia ini merupakan debut Antara Suara di panggung internasional. Karena itu, kami berupaya secara maksimal mulai dari konsep, produksi, hingga detail pengalaman. Sehingga, kita dapat menghadirkan pertunjukan yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga bermakna," jelas Ayu. Ia kemudian menambahkan, “Melihat bagaimana para penggemar hadir dengan begitu tulus, menyanyikan setiap lagu, dan merayakan momen ini bersama, menjadi kebahagiaan yang sulit digambarkan. Antusiasme ini tidak hanya menjadi apresiasi atas karya Mahalini, tetapi juga pengingat bagi kami bahwa musik memiliki kekuatan untuk menyatukan, menguatkan, dan menghadirkan rasa pulang bagi banyak orang. Itu yang ingin terus kami jaga dan hadirkan dalam setiap konser.”

Pertunjukan yang Mengalir dengan Dinamika

Konser dibuka dengan suguhan yang cukup megah sebelum Mahalini langsung menyanyikan lagu-lagu emosional seperti "Mati-Matian" dan "Lupakan Cinta". Energi penonton sudah tinggi sejak awal dan terus terjaga sepanjang malam. Salah satu kekuatan utama konser ini terletak pada kolaborasi. Kehadiran Afgan memberikan kejutan lewat lagu "Biar Begini", sementara Krisdayanti membawa nuansa berbeda dengan "Cobalah Untuk Setia" dan "Melawan Restu". Di sisi lain, momen yang lebih intim tercipta saat Mahalini berduet dengan Sal Priadi membawakan "Bohongi Hati". Suasana hening namun kuat secara emosional itu kemudian berubah menjadi reflektif lewat "Kisah Sempurna" dan duet "Bermuara" bersama Rizky Febian. Suasana panggung berubah lebih liar dan energik saat "Pecahkan Hatiku" dan "Sialan" dibawakan bersama Uan Kaisar. Ada juga segmen "Big Family" yang terasa lebih santai dan personal, di mana Sule dan keluarga ikut meramaikan. Bagian ini memberi warna berbeda, lebih hangat, seperti perayaan kecil di tengah konser besar.

Penutup yang Meninggalkan Kesan

Menuju akhir, Mahalini membawa penonton ke titik emosional tertinggi lewat "Untuk Yang Bersamanya" dan "Sisa Rasa". Lagu-lagu ini memang sudah memiliki tempat khusus di hati penggemar, dan di panggung malam itu, dampaknya terasa berlipat. Encore "Rindu Kurindu" menjadi penutup yang pas—tidak terlalu meledak, tapi meninggalkan kesan mendalam. Konser ini bukan sekadar sukses dari jumlah penonton atau kemegahan produksi. Yang lebih terasa adalah koneksi antara Mahalini dan audiensnya. Ada rasa pulang yang berulang kali disebut, dan itu memang tercermin sepanjang acara. Bagi Antara Suara, ini menjadi langkah awal untuk memperluas panggung ke level internasional. Sementara bagi Mahalini, konser ini seperti penanda babak baru—kembali dengan karya, energi, dan kedekatan yang mungkin justru lebih kuat dari sebelumnya.

Editor: Laras Wulandari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar