Motor Tak Bertenaga Setelah Isi Pertamax di Tuban? Ini Keluhan Warga
Seorang warga Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, mengeluhkan motornya menjadi tidak nyaman dan kehilangan tenaga setelah mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax. Keluhan ini muncul justru setelah ia beralih dari Pertalite karena khawatir dengan kualitasnya.
Kronologi Motor Jadi Tak Bertenaga
Warga berinisial A (27) mengisi Pertamax di SPBU Sleko, Tuban. Setelah pengisian, ia merasakan perbedaan signifikan pada performa motornya. Tarikan gas terasa berat, tidak bertenaga, dan mesin terasa seperti hendak mati. "Tarikan gas motor jadi tidak bertenaga, kayak mau mati terus. Gak enak saat digas," ujarnya.
Latar Belakang: Beralih dari Pertalite ke Pertamax
Keputusan untuk mengisi Pertamax diambil setelah sejumlah daerah di Jawa Timur, termasuk Tuban, mengalami kasus brebet massal usai mengisi Pertalite. Brebet adalah kondisi dimana pembakaran atau aliran bahan bakar bermasalah, menyebabkan kendaraan tersendat-sendat saat gas ditarik.
Apa Itu Brebet dan Penyebabnya?
Brebet pada kendaraan dapat disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya:
- Busi yang kotor
- Filter udara yang kotor
- Injector atau karburator kotor
- Masalah pada sistem kelistrikan
- Kualitas BBM yang buruk atau tidak sesuai
Posko Pengaduan Dibuka Pertamina
Menanggapi keluhan masyarakat, Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus telah membuka posko aduan di salah satu SPBU di Kecamatan Semanding, Tuban. Posko ini beroperasi dari pagi hingga sore hari untuk menampung keluhan warga terkait kualitas BBM.
Warga Tuban Rugi Rp 1,2 Juta Akibat BBM Bermasalah
Kasus serupa juga dialami oleh warga Kecamatan Semanding, Tuban, H (51). Ia mengalami kerusakan pada mobilnya setelah mengisi Pertalite. "BBMnya warnanya agak berubah dan baunya lebih menyengat dari biasanya," ujarnya. Mobilnya brebet dan akhirnya mogok, menyebabkan kerugian biaya perbaikan sebesar Rp 1,2 juta.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Pertamina belum memberikan pernyataan resmi terkait keluhan-keluhan ini. Masyarakat diharapkan tetap waspada dan dapat melaporkan masalah serupa ke posko pengaduan yang telah disediakan.
Artikel Terkait
Menjual Barang Bekas yang Menumpuk: Hambatan Menulis Listing dan Solusi yang Mengubah Waktu 20 Menit Jadi 3 Menit
Dokter Tifa Bantah Lari dari Kasus Ijazah Jokowi, Siap Buktikan Temuannya di Sidang Praperadilan 12 Agustus
Pemerintah Tanggung Utang Rp240 Triliun Koperasi Desa Merah Putih, Cicilan Berjalan Enam Tahun
KKI Identifikasi 10 Tenaga Kesehatan Berkomentar Sinis ke Pasien BPJS, Terancam Sanksi Pencabutan STR