Tenaga Ahli Utama KSP Ulta Nababan Jadi Sorotan Usai Samakan Almamater UI dengan Daster

- Selasa, 21 Juli 2026 | 03:00 WIB
Tenaga Ahli Utama KSP Ulta Nababan Jadi Sorotan Usai Samakan Almamater UI dengan Daster
PARADAPOS.COM - Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ulta Levenia Nababan, memicu kontroversi setelah menyamakan almamater Universitas Indonesia (UI) dengan daster dalam unggahan media sosialnya pada Sabtu (18/7/2026). Pernyataan itu muncul sebagai respons terhadap argumentasi Wakil Ketua BEM UI, Fatimah Azzahra, dalam diskusi soal Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sebuah stasiun televisi. Ulta menilai jawaban Fatimah tidak substansial dan justru memainkan peran sebagai korban.

Kronologi Pernyataan yang Memicu Polemik

Perdebatan bermula ketika Fatimah Azzahra ditanya mengenai mekanisme ideal sekolah yang menerima program MBG. Namun, menurut Ulta, jawaban yang diberikan Fatimah tidak memaparkan data pasti—hanya menyebut "banyak sekali sekolah-sekolah" tanpa angka konkret. "Lahh 'banyak sekali sekolah-sekolah' ukuran banyak sekalinya dari mana sih?" tulis Ulta di Instagram Story. Ia kemudian melanjutkan kritiknya dengan nada sinis. Fatimah dinilai tidak mau menjawab pertanyaan angka dan justru bersikap seolah menjadi korban. "Terus ditanya angka gak mau jawab, malah playing victim. Kochaque (kocak) bunda pakai daster kuning ini. Maap bund beli dasternya dimana?" tulisnya. Unggahan itu langsung viral. Banyak warganet menafsirkan bahwa jas kuning almamater UI—yang identik dengan atribut akademik—disamakan dengan daster, sebuah pakaian rumah yang santai. Tak berhenti di situ, Ulta juga menyinggung gaya argumentasi Fatimah yang dianggap penuh retorika tanpa substansi. Dalam unggahan lain, ia menulis: "Retorika retorika kosong. Hmmm. Mirip capres yang onoh yah. Siapa namanya?" Pernyataan itu semakin memanaskan diskusi di media sosial dan menjadikan nama Ulta Levenia Nababan sebagai salah satu topik yang ramai diperbincangkan.

Sosok Ulta Levenia Nababan

Lahir di Bukittinggi, Sumatera Barat pada 1995, Ulta Levenia Nababan kini berusia 30 tahun. Ia menempuh pendidikan S1 Ilmu Politik di Universitas Indonesia, kemudian melanjutkan studi S2 di University of Leeds, Inggris, dengan fokus pada keamanan, terorisme, dan pemberontakan. Gelar Master of Arts (M.A) ia raih dari sana. Tak hanya itu, ia juga memperdalam kapasitas keilmuannya melalui program studi keamanan Indo-Pasifik di sebuah lembaga pertahanan di Prancis. Prestasi akademiknya terbilang gemilang: ia berhasil meraih dua beasiswa internasional sekaligus, yakni Chevening Scholarship dan Fulbright Scholarship. Sebagai peneliti, Ulta dikenal mendalami isu keamanan internasional, konflik bersenjata, dan kontra-terorisme. Pengalamannya tidak terbatas pada riset di ruang kelas. Ia pernah terjun langsung ke berbagai wilayah konflik—melakukan penelitian di Afghanistan saat masih di bawah kekuasaan Taliban, serta di Filipina yang menjadi basis kelompok separatis Abu Sayaf. Dalam berbagai kesempatan, ia mengaku menyaksikan sendiri dampak tragis konflik, termasuk aksi kekerasan yang meninggalkan kesan mendalam. Selain aktif di dunia akademik, Ulta juga dikenal sebagai analis hubungan internasional yang banyak mengkaji akar penyebab konflik, pola gerakan kelompok bersenjata, hingga strategi pencegahan terorisme.

Karier di Pemerintahan dan Politik

Nama Ulta semakin dikenal publik setelah pada 2024 ia dipercaya menjadi Juru Bicara sekaligus Wakil Komandan Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo–Gibran. Jabatan itu membuatnya kerap tampil di ruang publik menyampaikan pandangan terkait isu-isu nasional. Kini, ia menjabat sebagai Tenaga Ahli Utama di Kantor Staf Presiden (KSP), posisi yang membuatnya berada di lingkaran dalam pemerintahan. Namun, unggahan kontroversialnya justru menjadi sorotan dan memancing beragam reaksi dari masyarakat, khususnya dari kalangan mahasiswa dan warganet.

Editor: Wahyu Pradana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar