Hotman Paris Bantah Hina PWI, Sebut Ucapan ‘Lu Punya Otak Nggak’ Respons Personal ke Individu

- Rabu, 22 Juli 2026 | 04:25 WIB
Hotman Paris Bantah Hina PWI, Sebut Ucapan ‘Lu Punya Otak Nggak’ Respons Personal ke Individu
PARADAPOS.COM - Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea angkat bicara terkait laporan yang diajukan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat ke Polda Metro Jaya. Laporan itu dipicu oleh pernyataan kontroversialnya, “Lu punya otak nggak,” yang dinilai menghina wartawan. Dalam klarifikasinya melalui media sosial pada Rabu (22/8), Hotman menegaskan bahwa dirinya tidak pernah bermaksud melecehkan organisasi wartawan mana pun, termasuk PWI. Ia menyebut ucapan tersebut merupakan respons spontan terhadap seorang individu yang terus mendesaknya dengan pertanyaan di luar konteks pendampingan hukum.

Kronologi di Balik Pernyataan Kontroversial

Peristiwa itu bermula pada Jumat (17/7), saat Hotman baru saja mendampingi pemeriksaan mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah. Suasana di lokasi tampak ramai. Begitu Hotman dan tim kuasa hukum hendak meninggalkan tempat, ia mendapati banyak orang sudah menunggu di balik pintu, siap meminta keterangan. Dalam kondisi fisik yang belum prima—baru menjalani perawatan akibat saraf kejepit—Hotman mengaku sempat meminta bantuan petugas. “Sehingga saya bilang kalau memang ada doorstop tanya jawab, tolong dong sama petugas minta meja dan kursi karena saya baru opname saraf kejepit dan masih sakit,” tuturnya.

Bukan Semua yang Hadir Adalah Wartawan

Hotman kemudian menyoroti keragaman orang-orang yang berada di lokasi saat itu. Menurut pengamatannya, tidak seluruhnya adalah wartawan profesional. “Yang hadir itu banyak, ada yang pegang kamera, ada juga aktivis, ada juga mahasiswa, yang bukan wartawan, ada juga entah siapa itu yang sama sekali tidak menunjukkan dia wartawan,” ucapnya. Ia menambahkan bahwa setelah sekitar sepuluh menit melayani pertanyaan, seorang pria yang tidak memperkenalkan identitasnya terus mendesaknya dengan pertanyaan mengenai dugaan agenda tersembunyi sebuah institusi. Hotman mengaku telah menjawab bahwa dirinya tidak mengetahui hal tersebut karena hanya menjalankan tugas sebagai pendamping hukum. “Saya bilang, saya tidak dalam posisi untuk menjawab salah atau tidak, saya hanya mendampingi BAP. Apakah dia punya agenda tersembunyi di lembaga tersebut atau tidak, saya tidak tahu. Tapi dia ngotot terus!” bebernya.

Ucapan ‘Lu Punya Otak Nggak’ untuk Individu, Bukan Lembaga

Karena terus didesak, Hotman akhirnya melontarkan kalimat yang menjadi polemik. Namun, ia bersikeras bahwa ucapan tersebut bersifat personal. “Artinya perorangan, tidak lembaga. Ya, perorangan. ‘Lu punya otak tidak sih’, artinya kamu pribadi. Saya tidak pernah menyerang atau melecehkan nama lembaga atau PWI atau lembaga organisasi mana pun. ‘Lu punya otak tidak sih’, itu karena saya didebat terus. Jadi itu adalah head-to-head pribadi ke pribadi,” pungkasnya. Ia juga mengaku tidak mengetahui identitas pria yang berdebat dengannya karena yang bersangkutan tidak memperkenalkan diri ataupun asal organisasinya. Bahkan, Hotman menyinggung keberadaan sejumlah orang yang menurutnya bukan wartawan profesional. “Saya tidak tahu dia dari organisasi mana, saya tidak pernah mengundang organisasi mana, juga saya tidak pernah mengundang PWI. Dia juga tidak memperkenalkan namanya, bahkan dari mana pun dia saya tidak tahu. Tapi di sampingnya banyak oknum-oknum yang tidak pegang kamera, ya, dan katanya juga banyak di sana yang wartawan istilahnya itu bodrex yang tidak punya media,” ujar Hotman.

Penegasan Akhir dari Sang Pengacara

Dalam pernyataan penutupnya, Hotman kembali menekankan bahwa dirinya menghormati profesi wartawan dan organisasi pers. Ia hanya mempersoalkan cara dan identitas individu yang memicu perdebatan. “Dengan ini saya pertegas, saya tidak pernah menghina atau melecehkan organisasi wartawan. Tidak pernah menghina PWI dan sebagainya,” katanya.

Editor: Andri Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar