PARADAPOS.COM - Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Marsekal TNI (Purn) Donny Ermawan Taufanto sebagai Gubernur Universitas Republik Indonesia dalam sebuah upacara kenegaraan di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu. Dalam kesempatan yang sama, Profesor Yos Sunitiyoso juga dilantik sebagai Wakil Gubernur universitas yang baru dibentuk tersebut. Pelantikan ini menandai langkah awal pemerintah dalam mendirikan lembaga pendidikan khusus yang dirancang untuk mempersiapkan kader-kader pemimpin bangsa.
Profil Singkat Dua Pimpinan Baru
Donny Ermawan Taufanto bukanlah nama baru di lingkungan pemerintahan. Sebelum menjabat sebagai Gubernur Universitas Republik Indonesia, ia mengemban amanah sebagai Wakil Menteri Pertahanan. Sebelumnya lagi, ia tercatat sebagai Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan RI. Pria yang merupakan lulusan terbaik Akademi Angkatan Udara (AAU) tahun 1988 dan penerima penghargaan Adhi Makayasa ini memiliki pengalaman panjang di dunia militer, termasuk pernah menjabat sebagai Komandan Sekolah Staf dan Komando TNI AU (Danseskoau) serta Panglima Komando Operasi Udara II (Pangkoopsau II) pada tahun 2019.
Sementara itu, Yos Sunitiyoso datang dari latar belakang akademisi. Sebelum dilantik, ia menjabat sebagai Direktur Hilirisasi dan Kemitraan di Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek). Kombinasi antara pengalaman militer dan akademisi ini diharapkan mampu membawa perspektif yang komprehensif bagi lembaga baru tersebut.
Prosesi Pelantikan di Istana Negara
Rangkaian acara pelantikan berlangsung khidmat. Prosesi diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan dengan pembacaan Keputusan Presiden (Keppres) Republik Indonesia Nomor 80 P Tahun 2026. Keppres tersebut secara resmi mengukuhkan pengangkatan Donny dan Yos sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Universitas Republik Indonesia.
Setelah pembacaan Keppres, Presiden Prabowo memimpin langsung pengambilan sumpah jabatan. Dengan suara lantang, Presiden menuntun sumpah yang diikuti oleh kedua pejabat yang baru dilantik. “Bahwa saya akan setia dan memegang teguh Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945, serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi dharma bakti saya kepada bangsa dan Negara. Bahwa saya dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan, bekerja dengan sebaik-baiknya, dengan penuh rasa tanggung jawab,” ucap Presiden, diikuti oleh Donny dan Yos.
Usai pengambilan sumpah, acara berlanjut dengan penandatanganan berita acara pelantikan oleh Donny dan Yos, yang kemudian turut ditandatangani oleh Presiden Prabowo sebagai saksi. Momen haru dan kebanggaan terlihat jelas di wajah para pejabat yang baru dilantik. Acara resmi ditutup dengan pemberian ucapan selamat, dimulai dari Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, yang kemudian diikuti oleh para undangan lainnya.
Kehadiran Para Pejabat Negara
Pelantikan tersebut dihadiri oleh sejumlah menteri dan pejabat tinggi negara. Beberapa di antaranya adalah Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar, dan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan. Turut hadir pula Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, serta Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.
Dari unsur penegak hukum dan keamanan, tampak hadir Jaksa Agung ST Burhanuddin, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, dan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo. Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya juga terlihat dalam barisan undangan. Kehadiran para pejabat tinggi ini menunjukkan dukungan penuh pemerintah terhadap lembaga pendidikan baru tersebut.
Visi Besar di Balik Universitas Republik Indonesia
Pelantikan Donny Ermawan Taufanto sebagai Gubernur Universitas Republik Indonesia menjadi tonggak sejarah pembentukan lembaga baru ini. Pemerintah menyatakan bahwa universitas ini akan fokus pada penyiapan calon-calon pemimpin bangsa. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, seusai acara, memberikan penjelasan mengenai latar belakang pendirian lembaga tersebut.
“Itu sudah kita persiapkan lama. Cuma, waktunya kan nggak pas lama. Nanti ada waktunya aku jelasin, detailnya. Jadi, belajar kayak beberapa negara itu punya lembaga-lembaga pendidikan yang emang khusus itu mempersiapkan calon-calon pemimpin,” jelas Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu.
Ia mencontohkan model pendidikan kepemimpinan yang diterapkan di Prancis melalui École nationale d'administration (ENA), yang kini telah bertransformasi menjadi Institut national du service public (INSP). Menurut Prasetyo, lembaga serupa di Indonesia nantinya akan menjadi tempat pendidikan bagi calon pejabat pemerintahan, pejabat badan usaha milik negara (BUMN), dan bahkan sejumlah kepala daerah. Pemerintah berharap Universitas Republik Indonesia mampu membekali para calon pemimpin dengan kemampuan teknis yang mumpuni serta wawasan kebangsaan yang kuat, sehingga mereka siap mengawal jalannya pemerintahan dan mengemban amanah negara dengan penuh tanggung jawab.
Artikel Terkait
Kejati Riau Geledah Kantor Disdik untuk Usut Korupsi Pengadaan Smart Board 2024
Kuasa Hukum Jokowi Akan Laporkan Putusan Sela Perkara dr Tifa ke Klien
Kritik Mengalir, Kepala BGN Baru Sebut Program MBG Bak Pacman Serap Hasil Pertanian
Bobby Nasution Tinggalkan Rapat Paripurna DPRD Sumut Tanpa Izin, Dinilai Lecehkan Lembaga Perwakilan Rakyat