Anggota TNI Tewas Kena Peluru Pantul saat Bantu Pengejaran Pengedar Narkoba di Aceh, Oknum Brimob Jadi Tersangka

- Senin, 27 Juli 2026 | 16:25 WIB
Anggota TNI Tewas Kena Peluru Pantul saat Bantu Pengejaran Pengedar Narkoba di Aceh, Oknum Brimob Jadi Tersangka

PARADAPOS.COM - Seorang anggota TNI yang bertugas di Polisi Militer Kodam (Pomdam) Iskandar Muda, Pratu Galuh Nugraha, tewas terkena peluru pantul (ricochet) saat terlibat dalam operasi pengejaran pengedar narkoba di Aceh. Peristiwa nahas itu terjadi di depan SPBU Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, pada Sabtu (25/7) sore. Satu orang yang diduga oknum anggota Brimob telah diamankan, sementara tiga tersangka lainnya masih dalam pengejaran. Peluru yang menewaskan Pratu Galuh diduga berasal dari senjata api milik oknum polisi berinisial Bripka R, yang kini telah diperiksa oleh Bidang Propam Polda Aceh.

Korban sempat mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong. Insiden ini menyisakan duka mendalam di jajaran TNI dan Polri, serta memicu penyelidikan internal yang ketat untuk mengungkap kronologi lengkap penembakan tersebut.

Kronologi Operasi Pengejaran

Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Joko Krisdiyanto, memaparkan kronologi kejadian secara rinci. Awalnya, tim Direktorat Reserse Narkoba Polda Aceh menerima laporan dari masyarakat mengenai aktivitas mencurigakan yang mengarah pada pengangkutan narkotika. Berbekal informasi itu, polisi segera bergerak dan melakukan operasi penangkapan terhadap empat terduga bandar narkoba yang berada di dalam sebuah mobil.

Suasana di lokasi kejadian sempat tegang. Mobil yang dikendarai para tersangka berusaha kabur, memaksa petugas untuk melakukan pengejaran. Dalam situasi yang tidak menentu tersebut, tembakan terpaksa dilepaskan. Namun, nahas, salah satu peluru memantul dan mengenai Pratu Galuh yang saat itu ikut membantu proses pengejaran.

“Polda Aceh menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya Pratu Galuh dan mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak terprovokasi, serta menyerahkan seluruh proses hukum kepada pihak berwenang,” ujar Joko dalam keterangannya pada Senin (27/7).

Pelaku Berhasil Diamankan, Tiga Masih Buron

Dari operasi tersebut, satu orang yang diduga kuat sebagai oknum anggota Brimob berhasil diamankan di tempat kejadian. Sementara itu, tiga terduga pelaku lainnya memanfaatkan kekacauan dan melarikan diri. Hingga berita ini diturunkan, ketiga buron tersebut masih dalam pengejaran intensif petugas gabungan.

Jejak peluru dan barang bukti lain kini tengah dikumpulkan untuk memperkuat proses hukum. Polda Aceh memastikan tidak akan ada toleransi bagi anggota yang terbukti melanggar prosedur atau terlibat dalam jaringan narkoba.

Pemeriksaan Intensif terhadap Oknum Brimob

Polisi berinisial Bripka R, yang diduga melepaskan tembakan, telah diamankan beserta senjata api miliknya. Ia kini menjalani pemeriksaan intensif di hadapan Bidang Propam dan tim penyidik. Proses ini bertujuan untuk mengungkap secara menyeluruh aspek teknis dari insiden tersebut.

“Penyidik bersama Propam mendalami seluruh aspek kejadian, mulai dari jumlah tembakan, arah tembakan, uji balistik, hingga kesesuaian prosedur penggunaan senjata api,” tutup Joko.

Langkah ini diambil untuk memastikan tidak ada celah dalam investigasi. Uji balistik menjadi kunci untuk menentukan apakah peluru yang menewaskan Pratu Galuh memang berasal dari senjata Bripka R, serta apakah tindakan tersebut sesuai dengan aturan yang berlaku di lapangan. Suasana di markas Pomdam Iskandar Muda pun diliputi duka, rekan-rekan Pratu Galuh masih tak percaya dengan tragedi yang merenggut nyawa salah satu prajurit terbaik mereka.

Editor: Yuli Astuti

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar