PARADAPOS.COM - Kasus kematian Sumarna, seorang satpam yang ditemukan tewas dengan tangan terborgol di Waduk Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat, memicu gelombang simpati publik yang kini terfokus pada nasib anak bungsunya. Bocah perempuan yang masih duduk di bangku kelas 4 SD itu menjadi sorotan setelah videonya viral di media sosial. Dalam rekaman tersebut, ia terlihat hanya terdiam dan tidak menangis saat didatangi oleh Bupati Purwakarta maupun Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Kondisi psikologisnya pun menjadi perhatian utama, mengingat sang ayah meninggal secara tragis.
Perbandingan Viral yang Memicu Keresahan
Fenomena perbandingan antara kasus ini dengan insiden anak terduga pencuri di Bali berinisial KD turut mewarnai diskusi publik. Banyak warganet yang menyoroti perbedaan tingkat perhatian media terhadap kedua kasus tersebut. Ayah dari kedua anak sama-sama meninggal secara tragis, namun kasus anak satpam Sumarna dinilai tidak seviral kasus anak terduga maling di Bali. Perbedaan ini kemudian mendorong sejumlah figur publik untuk angkat bicara.
Reaksi Para Selebriti
Sinyorita Esperanza, seorang selebriti yang juga dikenal sebagai penyiar radio, mengungkapkan kegelisahannya. Ia penasaran dengan kondisi anak Sumarna setelah kehilangan sang ayah.
"Apa kbr nasib anak2 Almarhum Pak Sumarna ya? Koq berasa kurang ke up ya," kata Sinyorita dalam akun thread-nya, Selasa (28/7/2026).
Tak hanya Sinyorita, artis serba bisa Aldi Taher juga ikut menyoroti. Melalui akun media sosialnya, ia secara langsung meminta bantuan Gubernur Dedi Mulyadi untuk mengusut tuntas kasus ini.
"Pak anak satpam pak @dedimulyadi71 tangkap pelaku biadap cari," ujar Aldi Taher dalam akun thread-nya pada hari yang sama.
Sementara itu, Kirana Larasati memberikan pandangan yang lebih hati-hati. Ia menekankan pentingnya melihat kasus dari berbagai sisi sebelum ikut berempati.
"Untung aku ga gampang iba, entah kenapa otak dan hatiku selalu butuh beberapa hari untuk memproses berita kesedihan. Dan biasanya di beberapa hari terungkap banyak fakta lainnya," tulis Kirana Larasati.
Ia kemudian melanjutkan dengan analisisnya yang lebih dalam.
"Anaknya kasihan. Kasihannya dari berbagai pov. Kehilangan bapak pasti. Tapi kasihan juga jadi anak yang melihat bapaknya maling. Dan bukan hanya sekali. Banyak POV yang bisa diambil. Bagaimana kalau anak tsb besarnya menormalisasikan maling? Bagaimana kalau anak tsb jadi paham betul bahwa maling itu salah? Semua ada sebab akibat. Bapaknya ambil keputusan untuk jalani hidup dengan maling. Doakan saja anak tsb selalu dilindungi Tuhan terlebih untuk masa depannya," sambungnya.
Sorotan dari Internal Kepolisian
Perhatian tidak hanya datang dari kalangan artis. Auditor Kepolisian Itwasum Polri, Kombes Pol Dr. Manang Soebeti, yang akrab disapa Pak Bray, juga turut menyoroti nasib anak satpam tersebut. Melalui akun Instagramnya, ia membagikan sebuah unggahan yang memperlihatkan kondisi anak Sumarna.
"Hanya diam, inilah anak Sumarna satpam yang dibunuh di Waduk tangan diborgol," demikian isi tulisan dalam unggahan Pak Bray.
Bantuan dan Langkah Selanjutnya
Menanggapi situasi ini, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi turun langsung memberikan perhatian. Istri Sumarna telah menyampaikan curahan hatinya kepada sang gubernur. Hasilnya, anak-anak Sumarna mendapatkan santunan dan beasiswa dari pihak pengurus Waduk Jatiluhur. Selain itu, Dedi Mulyadi juga memberikan santunan tunai sebesar Rp25 juta.
Usai menerima bantuan tersebut, anak Sumarna terlihat langsung menyalami Gubernur. Momen itu diabadikan dalam sebuah video singkat.
"Yang kelas empat yang mana? oh ini dede. Sekolah ya sekolah," kata Dedi Mulyadi seraya mengusap kepala anak Sumarna.
Editor: Yoga Santoso
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Akademisi Adukan Ketua KPU ke DKPP soal Legalisasi Ijazah Jokowi
Wakil Ketua Komisi XIII DPR Kritik Istilah ‘Londo Ireng’ Prabowo, Dinilai Mendelegitimasi Kritik dan Pers
Harta Andi Tenri Walinonong Susut Rp726 Juta dalam Enam Bulan, Diikuti Laporan Dugaan Penganiayaan Staf
83 Penonton Luka Akibat Ambruknya Tribun di Kejurnas Drift Speed Fest Purwokerto