Ruben Onsu Jalani Tes HIV Usai Isu di Media Sosial, Hasilnya Non-Reaktif

- Senin, 03 Agustus 2026 | 06:25 WIB
Ruben Onsu Jalani Tes HIV Usai Isu di Media Sosial, Hasilnya Non-Reaktif

PARADAPOS.COM - Kabar mengejutkan yang menyebut presenter Ruben Onsu mengidap HIV telah menjadi perbincangan hangat di media sosial. Isu ini mencuat setelah beredar potongan percakapan WhatsApp yang ditafsirkan sebagai tuduhan terhadap kondisi kesehatan Ruben. Namun, kuasa hukum Ruben, Minola Sebayang, dengan tegas membantah kabar tersebut dan menunjukkan bukti hasil laboratorium yang menyatakan status HIV Ruben non-reaktif.

Polemik ini tidak hanya menyeret nama baik Ruben, tetapi juga memanaskan dinamika persidangan sengketa hak asuh anak yang tengah berlangsung. Publik pun dibuat bertanya-tanya, bagaimana sebuah percakapan pribadi bisa memicu spekulasi sebesar ini? Berikut kami rangkum kronologi lengkapnya untuk Anda.

Bermula dari Podcast dan Percakapan WhatsApp

Peristiwa ini berawal dari sebuah podcast yang dibawakan oleh Denny Sumargo. Dalam acara tersebut, Minola Sebayang hadir sebagai narasumber untuk membahas persoalan hukum yang sedang dihadapi kliennya, Ruben Onsu, terkait hak asuh anak. Di tengah perbincangan, Minola memperlihatkan sejumlah tangkapan layar percakapan WhatsApp yang ia anggap relevan dengan perkara yang bergulir.

Setelah cuplikan podcast itu viral, publik mulai menelusuri setiap detail percakapan yang ditampilkan. Potongan-potongan chat tersebut kemudian menjadi bahan interpretasi yang liar di media sosial. Sebagian warganet mengaitkannya dengan kondisi kesehatan Ruben, hingga akhirnya memunculkan dugaan bahwa ia mengidap HIV. Perlu ditegaskan, dugaan ini murni lahir dari penafsiran atas isi chat, bukan dari pernyataan medis atau dokumen kesehatan resmi yang dipublikasikan saat itu.

Spekulasi yang Meluas di Media Sosial

Viralnya potongan percakapan tersebut menjadi bahan bakar bagi berbagai unggahan di platform media sosial. Narasi yang berkembang semakin jauh dan tidak terkendali, menyebut Ruben mengidap HIV. Isu ini terus bergulir dan bahkan ikut mewarnai jalannya proses gugatan hak asuh anak di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Alih-alih mereda, spekulasi justru semakin kuat dan mendorong pihak Ruben untuk mengambil langkah tegas.

Langkah Konkret: Pemeriksaan Laboratorium

Menanggapi situasi yang semakin tidak kondusif, Minola Sebayang mengungkapkan bahwa Ruben akhirnya menjalani pemeriksaan kesehatan menyeluruh di sebuah laboratorium pada 25 Juli 2026. Keputusan ini diambil bukan tanpa pertimbangan. Minola menyebut bahwa awalnya Ruben enggan melakukan tes karena merasa dirinya sehat dan tidak memiliki keluhan apa pun.

“Sebenarnya Ruben kan nggak mau untuk memeriksa dirinya karena dia merasa, ‘Saya nggak apa-apa’. Tapi saya bilang, ‘Jangan, kita nggak boleh artinya menolak atau keras hati. Lakukan saja, rendah hati saja. Pasti ada gunanya.’ Dan ternyata memang ada gunanya,” ujar Minola kepada awak media, belum lama ini.

Hasil Pemeriksaan: Non-Reaktif

Setelah proses pemeriksaan selesai, Minola langsung menunjukkan dokumen hasil laboratorium tersebut kepada awak media. Tindakan ini diambil sebagai bentuk klarifikasi terbuka atas isu yang telah mencemarkan nama baik kliennya. Dalam kesempatan itu, ia menegaskan bahwa hasil pemeriksaan Ruben menunjukkan status non-reaktif terhadap HIV.

“Hasil daripada pemeriksaan itu, ini lihat teman-teman ya, ini HIV ya. Tiga huruf itu, NON-REAKTIF. Jadi artinya tidak ada seperti apa yang disampaikan dan dipertanyakan oleh banyak orang pada hari ini,” tegasnya.

Hasil non-reaktif ini secara medis mengindikasikan bahwa tidak ditemukan tanda-tanda infeksi HIV pada sampel darah Ruben yang diperiksa. Dengan begitu, tuduhan yang selama ini beredar terbantahkan oleh bukti ilmiah yang valid.

Di luar pembuktian medis tersebut, Minola juga menyayangkan sikap sebagian pihak yang dinilainya lebih percaya pada potongan percakapan dibandingkan bukti nyata. Ia menilai isi chat yang beredar telah dipotong atau dibesar-besarkan sehingga memicu penafsiran yang keliru di masyarakat.

“Masa mereka lebih percaya kepada chatting-an yang datang dari satu sumber daripada bukti riil? Selama ini selalu kami yang dikejar-kejar untuk membuktikan, seolah-olah kami betul seperti apa yang dipersangkakan orang lain,” kata Minola.

Editor: Reza Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar