PARADAPOS.COM - Guru Besar UGM bantah pernyataan peserta "Reuni Jokowi" yang bilang Tidak Ada Jurusan di Fakultas Kehutanan.
Acara Reuni yang mengatasnamakan Reuni Ke-45 Angkatan '80 Fakultas Kehutanan UGM yang dihadiri mantan Presiden Jokowi pada akhir pekan kemarin masih menjadi pembicaraan hangat.
Beberapa peserta Reuni saat diwawancarai dan ditanya wartawan jurusannya apa? mereka mengatakan tidak ada jurusan di Fakultas Kehutanan saat itu atau tahun 1980.
Namun pernyataan ini dibantah oleh Guru Besar Fakultas Kehutanan UGM Prof. Dr. Ir. Mohammad Naiem, M.Agr.Sc.
Prof. Dr. Ir. Mohammad Naiem menjelaskan bahwa periode tahun 1978-1998 (Jokowi dan teman reuninya katanya masuk tahun 1980) yang berlaku saat itu Sistem Kredit Semester, dan mahasiswa diharuskan mengambil salah satu dari 4 jurusan di Fakultas Kehutanan.
4 jurusan Fakultas Kehutanan UGM periode itu (1978-1998) adalah:
1. Silvikultur
4. Konservasi Sumber Daya Hutan
JADI... TERMUL-TERMUL YANG IKUT REUNI ITU NGARANG BEBAS... ALIAS NGEDABRUS.
SIMAK SELENGKAPNYA VIDEO PENJELASAN GURU BESAR UGM!
👇👇
[VIDEO]
TERMUL bilang, fakultas kehutanan UGM tidak ada jurusan, langsung dibantah oleh Guru Besar UGM, Prof. Muhammad Naim.
Bertobatlah hai TERMUL @jokowi pic.twitter.com/05V6UFsliB
Jurusan Jokowi di Fakultas Kehutanan UGM Dipertanyakan, Benarkah Tak Ada Teknologi Kayu?
Ijazah yang dikantongi Presiden Jokowi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) hingga kini terus disorot oleh publik. Pasalnya, warganet di dunia maya menemukan terlalu banyak kejanggalan.
Sebelumnya, beredar buku kenangan alumni Fakultas Kehutanan UGM yang memuat biodata Jokowi.
Namun, riwayat pendidikan SMA yang tertera dalam biodata tersebut berbeda dari informasi yang tersebar selama ini.
Artikel Terkait
Ressa Rizky Rosano Menikah di Usia 17 Tahun? Fakta & Klarifikasi Denada Terbaru
PPATK Bongkar Ekspor Emas Ilegal Rp155 Triliun, Devisa Negara Bocor
Habib Bahar bin Smith Jadi Tersangka Penganiayaan Banser Tangerang, Ini Pasal dan Jadwal Pemeriksaan
Said Didu Ungkap Isi Pertemuan dengan Prabowo: Bahas Reformasi Polri hingga Gaza