Koordinator KIB, Habil Marati menyoroti biaya tinggi perpolitikan. Karena untuk nenjadi Bupati, Gubernur apalagi Presiden, membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Hal ini terjadi akibat liberalisasi yang menyimpang dari UUD 1945. Oleh karena itu untuk memilih Presiden harus dilihat track record.
“Saat era reformasi juga harus jadi perhatian mahasiswa. Dimana posisi para Capres saat itu. Hanya Anies Baswedan yang Ketua SMPT UGM yang jelas positioning terhadap Reformasi,” paparnya.
Habil menilai dengan memilih sosok Capres yang jelas maka mahasiswa tidak terkecoh oleh pencitraan model mobil Esemka yang ternyata hoax. Ia juga soroti etika bangsa yang makin memudar, ketika terjadi putusan sanksi berat MK menurunkan Ketua MK.
“Namun Gibran tetap lolos menjadi Cawapres. Jelas dinasti politik akan menjadi cacat demokrasi ibarat kondisi Stunting Demokrasi,” jelasnya.
“Maka pilpres 2024 akan jadi jembatan emas masa depan Mahasiswa, hanya Anies Baswedan yang memenuhi ekspetasi,” imbuhnya.
Habil menegaskan, dalam debat Capres hanya Anies Baswedan yang tegas akan kembalikan hukum yang berkeadilan dan Perekonomian untuk kesejahtraan rakyat bukan untuk kepentingan Oligarki.
Artikel asli: harianterbit.com
Artikel Terkait
Kekayaan Dahnil Anzar Simanjuntak Rp 27,89 Miliar: 7 Mobil Mewah hingga Viral Naik KRL
Pengeroyokan Guru SMK di Jambi: Kronologi Lengkap & Dua Versi Cerita yang Beredar
Mikrofon Putri PB XIII Dimatikan Saat Protes SK Cagar Budaya Keraton Solo, Menteri Fadli Zon Dikecam
Ricuh di Keraton Solo: Protes GKR Rumbai Gagalkan Seremonial SK Fadli Zon ke Tedjowulan