Pengeroyokan Guru SMK di Jambi: Kronologi Lengkap & Dua Versi Cerita yang Beredar

- Senin, 19 Januari 2026 | 00:25 WIB
Pengeroyokan Guru SMK di Jambi: Kronologi Lengkap & Dua Versi Cerita yang Beredar
Kronologi Lengkap Pengeroyokan Guru SMK di Jambi oleh Siswa: Dua Versi Cerita

Viral Pengeroyokan Guru SMK di Jambi, Siswa Sebut Guru Sering Ngomong Kasar dan Hina

Sebuah video keributan antara guru dan siswa di lingkungan SMKN 3 Berbak, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi, menjadi sorotan publik. Adegan adu fisik yang seharusnya tak terjadi di dunia pendidikan itu kini berujung pada laporan polisi.

Rekaman video menunjukkan suasana kacau di area terbuka sekolah. Seorang guru yang diduga adalah Agus Saputra dikeroyok sejumlah siswa. Insiden ini memicu pertanyaan besar mengenai hubungan guru dan murid di institusi tersebut.

Versi Guru: Diejek, Refleks Menampar, Lalu Dikeroyok

Guru yang terlibat, Agus Saputra, mengakui tindakan fisiknya bermula dari ucapan siswa yang melampaui batas.

"Awalnya saya diejek dengan kata tak pantas. Saya refleks menampar murid tersebut," ujar Agus, seperti dikutip dari Tribunnews, Minggu (18/1/2026).

Menurut pengakuannya, satu tamparan itu memicu emosi siswa lain hingga ia menjadi sasaran pengeroyokan. Agus merasa dirugikan secara mental dan psikis, terutama setelah video insiden tersebut viral di media sosial.

Pengakuan Siswa: Guru Sering Menghina, Dipanggil 'Prince', dan Bawa Sapit Rumput

Cerita berbeda diungkapkan oleh salah satu siswa berinisial MUF. Ia menggambarkan Agus Saputra sebagai guru yang keras dan kerap melontarkan kata-kata kasar.

"Dia maunya dipanggil 'prince' atau pangeran, bukan bapak," kata MUF. Ia juga menuturkan bahwa guru tersebut sering menghina siswa dan orang tua mereka, dengan ucapan seperti "bodoh" dan "miskin".

Kronologi Menurut Siswa:

  • Pemicu: MUF meminta teman-teman tenang di kelas dengan ucapan "Woi, diam", tanpa sadar Agus lewat di depan kelas.
  • Konfrontasi di Kelas: Agus masuk ke kelas, memanggil MUF, dan langsung menamparnya saat siswa tersebut mengaku.
  • Eskalasi di Luar: Setelah sempat tenang, Agus keluar dari kantor membawa sapit rumput dan mengejar siswa.
  • Puncak Keributan: Saat MUF mendekat untuk meminta maaf atas hinaan ke orang tua, ia mengaku ditinju hidung oleh Agus terlebih dahulu. "Kalau tidak ditinju dulu, tidak akan ada pengeroyokan," tegasnya.

Laporan Polisi dan Visum Dilakukan

Agus Saputra, didampingi kakaknya Nasir, telah melaporkan kejadian ini ke Polda Jambi pada Kamis (15/1/2026).

"Adik saya dirugikan secara mental dan psikis, terlebih videonya viral," ujar Nasir. Pihak guru juga telah melakukan visum dan hasilnya menunjukkan bekas lebam sebagai barang bukti.

Insiden di SMKN 3 Berbak Jambi ini menyisakan pertanyaan mendalam tentang etika pendidikan dan pencegahan kekerasan di sekolah. Kasus ini kini sepenuhnya berada dalam proses hukum untuk mencari keadilan dan penyelesaian.

Editor: Reza Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar