Aset tanah dan bangunan, Zarof Ricar (ZR) senilai Rp35 miliar resmi disita oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) RI. Penyitaan aset itu setelah mantan pejabat Mahkamah Agung (MA) itu dijerat kasus tindak pidana pencucian uang atau TPPU.
Kasus TPPU Zarof Ricar merupakan pengembangan atas kasus lamanya terkait kasus suap penanganan perkara di MA.
Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Anang Supriatna mengatakan tanah milik Zarof Ricar yang disita berlokasi di Pekanbaru, Riau.
"Ada dua bidang tanah serta bangunan di Kecamatan Marpoyan Damai, Kelurahan Tangkerang Tengah, Pekanbaru, Riau. Itu atas nama putra ZR. Inisialnya RBP (Ronny Bara Pratama),” ujar dikutip dari Antara, Kamis (18/9/2025).
Lalu, sambung Anang, tiga bidang tanah kosong di Kecamatan Marpoyan Damai, Kelurahan Tangkerang Tengah, Pekanbaru, Riau, atas nama putri Zarof Ricar, Diera Cita Andini alias DCA.
Total luas lima tanah tersebut adalah kurang lebih 10.904 meter persegi.
Terakhir, Kejagung menyita dua bidang tanah kosong di Kecamatan Bina Widya, Kelurahan Delima, Pekanbaru, Riau seluas 2.458 meter persegi atas nama RBP.
Dengan demikian, total keseluruhan aset milik Zarof Ricar yang disita adalah sebesar 13.362 meter persegi atau 1,362 hektare.
"Harga perkiraan (tujuh aset) kurang lebih Rp35,1 miliar," kata Anang.
Dia mengatakan penyitaan ini merupakan langkah tegas Kejaksaan Agung dalam rangka perampasan aset Zarof Ricar terkait kasus TPPU.
Zarof Ricar dijerat dengan kasus pemufakatan jahat dan gratifikasi terkait vonis bebas terpidana Gregorius Ronald Tannur.
Pada awalnya, dia divonis dengan hukuman 16 tahun penjara. Usai melalui proses banding, hukuman Zarof diperberat menjadi 18 tahun penjara oleh Pengadilan Tinggi Jakarta.
Sumber: suara
Foto: Kejagung Sita Sederet Tanah Zarof Ricar di Riau Senilai Rp35 Miliar, Aset Atas Nama Anak-anaknya!
Artikel Terkait
Transjakarta Minta Maaf Usai Petugas Menurunkan Lansia Tunawisma dari Bus di Halte Kampung Melayu
Pria di Tangerang Sekap dan Siksa Rekan Kerja yang Mau Mengundurkan Diri, Korban Disundut Rokok hingga Dipaksa Lakukan Aksi Tak Senonoh
Tiga Situs Penyedia Nada Dering dengan Koleksi Lokal hingga Internasional, Mana yang Paling Cocok?
Diskusi Bandung Belum Beres Soroti Lemahnya Implementasi Kebijakan dan Tata Kelola Kota