Cindy Desta Nanda Tewas Saat Honeymoon, Diduga Keracunan Gas Water Heater
Sebuah peristiwa tragis menimpa pasangan pengantin baru, Gilang Kurniawan dan Cindy Desta Nanda. Baru beberapa hari menikah, keduanya harus berpisah karena Cindy tewas saat sedang menikmati bulan madu.
Keduanya menggelar pernikahan pada Minggu, 5 Oktober 2025, dan melanjutkan bulan madu ke sebuah penginapan glamping di Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Namun, kebahagiaan mereka berubah menjadi duka ketika pada Kamis, 9 Oktober 2025, keduanya ditemukan dalam keadaan tidak sadarkan diri di dalam kamar.
Diduga, insiden ini disebabkan oleh keracunan gas dari water heater atau pemanas air di kamar mandi penginapan. Gilang berhasil diselamatkan dan menjalani perawatan intensif di rumah sakit, sementara nyawa Cindy tidak tertolong.
Jenazah Cindy Desta Nanda kemudian dimakamkan pada Jumat, 10 Oktober 2025, di pemakaman kawasan Gadut, Kota Padang. Dalam kondisi yang masih lemah, Gilang sempat menghadiri pemakaman sang istri tercinta.
Video Terakhir Cindy Desta Nanda di TikTok
Beberapa hari sebelum insiden memilukan ini, Cindy masih aktif membagikan momen kebahagiaannya di media sosial TikTok. Dalam video terakhirnya, ia terlihat berdiri di samping Gilang dengan mengenakan kemeja putih yang kompak.
Video tersebut juga menampilkan momen bahagia mereka di pelaminan, mengenakan busana pengantin berwarna merah dan memamerkan cincin pernikahan di jari manis masing-masing. Cindy terlihat sangat bahagia dan cantik sebagai seorang pengantin.
Dalam caption videonya, Cindy menulis, "Anjay nikah", yang menggambarkan rasa bahagia dan mungkin sedikit takjub atas pernikahannya. Video-video lain di akun TikToknya juga sering menampilkan potret kesehariannya, mulai dari aktivitas bekerja hingga momen bersantai diiringi lagu-lagu populer.
Sumber: Tribun News
Artikel Terkait
Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Minta Seluruh Aset Sitaan Dikembalikan
Menko Polkam Tegaskan Tindakan Hukum Tegas untuk Penginjakan Garuda, Pengibaran Bendera GAM, dan Kericuhan Demo Papua
Gempa M 7,7 di NTT Tewaskan 47 Orang, 5.434 Warga Mengungsi
Wacana Cetak Ulang Buku Pelajaran Menuai Kritik: Ekonom Soroti Pemborosan Anggaran dan Nasib Buku Sekolah Elektronik