Museum Agung Mesir Dibuka 2025: Lihat Koleksi Lengkap Tutankhamun!

- Sabtu, 01 November 2025 | 12:50 WIB
Museum Agung Mesir Dibuka 2025: Lihat Koleksi Lengkap Tutankhamun!

Museum Agung Mesir: Museum Arkeologi Terbesar di Dunia Segera Dibuka

Mesir bersiap meresmikan Museum Agung Mesir (Grand Egyptian Museum), museum arkeologi terbesar di dunia yang dibangun di dekat Piramida Giza, Kairo. Dengan investasi mencapai USD 1 miliar, museum ini akan menampilkan lebih dari 50.000 artefak kuno dan proses pembangunannya memakan waktu hampir dua dekade.

Jadwal Pembukaan Museum Agung Mesir

Museum Agung Mesir akan dibuka untuk umum mulai Selasa, 4 November 2025. Namun, upacara pembukaan resmi akan digelar lebih awal pada Sabtu, 1 November 2025 dengan dihadiri para pemimpin dunia. Keamanan di sekitar ibu kota Kairo telah diperketat menyambut acara bersejarah ini.

Desain Arsitektur dan Koleksi Utama

Bangunan utama museum menampilkan fasad kaca segitiga yang menjulang tinggi, terinspirasi dari bentuk piramida di sekitarnya. Terdapat 12 galeri utama yang memamerkan barang-barang antik dari zaman prasejarah hingga era Romawi. Dua aula khusus didedikasikan untuk menampilkan 5.000 artefak milik Raja Tutankhamun, yang untuk pertama kalinya dipamerkan secara utuh.

Koleksi Lengkap Tutankhamun

Zahi Hawass, arkeolog ternama Mesir, menyebut koleksi Tutankhamun sebagai mahakarya museum. Koleksi lengkap ini mencakup tiga ranjang jenazah, enam kereta perang firaun, singgasana emas, sarkofagus berlapis emas, serta topeng pemakaman ikonik yang terbuat dari emas, kuarsit, lapis lazuli, dan kaca berwarna.

Dampak bagi Pariwisata Mesir

Pemerintah Mesir berharap Museum Agung Mesir akan mendongkrak industri pariwisata negara dan membantu pemulihan ekonomi. Mesir mencatat rekor 15,7 juta wisatawan pada tahun 2024, dan menargetkan 30 juta pengunjung per tahun pada 2032. Bandara Internasional Sphinx yang baru dibuka di barat Kairo akan memudahkan akses menuju museum.

Presiden Abdel-Fattah el-Sissi menyatakan museum ini akan menyatukan kejeniusan orang Mesir kuno dengan kreativitas masyarakat modern, menciptakan landmark baru yang menarik bagi pecinta peradaban dan pengetahuan dari seluruh dunia.

Editor: Yuli Astuti

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar