OPEC+ Naikkan Produksi Minyak 137 Ribu BPH: Dampak pada Harga & Pasar Global

- Minggu, 02 November 2025 | 15:25 WIB
OPEC+ Naikkan Produksi Minyak 137 Ribu BPH: Dampak pada Harga & Pasar Global
OPEC Diprediksi Naikkan Produksi Minyak 137 Ribu BPH - Analisis Pasar

OPEC Diprediksi Kembali Naikkan Produksi Minyak Sebanyak 137 Ribu BPH

Kelompok OPEC yang dipimpin Arab Saudi dan Rusia diproyeksikan akan kembali meningkatkan produksi minyak mereka. Langkah ini menjadi sorotan pasar energi global menjelang pertemuan virtual mereka hari ini.

Berdasarkan prediksi, aliansi produsen minyak ini akan menaikkan produksi sebanyak 137 ribu barel per hari (bph), sebuah langkah yang konsisten dengan keputusan mereka pada bulan sebelumnya.

Strategi V8 dan Perebutan Pasar

Kelompok Voluntary Eight (V8), yang terdiri dari Arab Saudi, Rusia, Irak, Uni Emirat Arab, Kuwait, Kazakhstan, Aljazair, dan Oman, telah secara aktif meningkatkan pasokan sejak April. Total kenaikan produksi mereka secara kumulatif telah mencapai sekitar 2,7 juta bph.

Strategi jangka panjang ini bertujuan untuk merebut kembali pangsa pasar dari produsen minyak di luar OPEC , dengan fokus utama pada pesaing utama seperti Amerika Serikat. Ini merupakan pergeseran taktik setelah periode pemotongan produksi yang bertujuan untuk menstabilkan harga minyak dunia.

Analisis Pakar: Strategi OPEC Mulai Berbuah

Seorang analis komoditas dari SEB Bank, Ole Hvalbye, memberikan tanggapannya. "Perubahan strategi kelompok tersebut berhasil sampai batas tertentu," ujarnya. Ia menambahkan bahwa bukti keberhasilan ini terlihat dari melambatnya pertumbuhan pasokan dari produsen serpih (shale) AS, yang kini cenderung stagnan.

Hvalbye juga mengonfirmasi bahwa investasi untuk produksi baru di Amerika Serikat telah menunjukkan tanda-tanda penurunan. Hal ini mengindikasikan bahwa tekanan kompetitif dari OPEC mulai membuahkan hasil dalam lanskap persaingan energi global.

Editor: Reza Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar