Partai Perindo Tegaskan Pejabat Publik Adalah Pelayan Rakyat
Partai Perindo secara konsisten menjunjung tinggi etika dalam kekuasaan dengan menegaskan bahwa setiap pejabat publik yang berasal dari partai ini harus berperan sebagai pelayan masyarakat. Prinsip ini ditegaskan dalam Rapat Kerja Nasional Partai Perindo di Ancol, Jakarta Utara.
Komitmen Pelayanan Publik Partai Perindo
Bendahara Umum DPP Partai Perindo, Michael Victor Sianipar, menyampaikan bahwa politik pada hakikatnya adalah melayani rakyat. Dalam diskusi "Envisioning Perindo: Commitment and Values," Michael mengingatkan bahwa semua pejabat publik dari Partai Perindo, termasuk anggota dewan dan kepala daerah, memiliki kewajiban sebagai pelayan publik.
"Pejabat publik sama dengan pelayan publik. Meskipun dalam realitanya sering kali tidak seperti itu, di Perindo kami berkomitmen untuk mengubah paradigma ini," tegas Michael.
Perbedaan Pendekatan Partai Perindo
Michael menekankan bahwa berbeda dengan partai politik lainnya di Indonesia, Partai Perindo tidak menjadikan pejabat partai sebagai atasan yang menakutkan bagi pejabat publik. Sebaliknya, partai ini justru menempatkan diri sebagai pelayan dari pelayan rakyat.
"Di banyak partai, pimpinan partai sering menjadi figur yang menakutkan. Namun di Perindo, kami mengharapkan pejabat publik justru menjadi pelayan masyarakat, sementara partai menjadi pelayan bagi para pejabat tersebut," jelasnya.
Etika Kekuasaan sebagai Fondasi
Michael menegaskan bahwa Partai Perindo bukanlah partai kekuasaan konvensional, melainkan partai yang menjunjung tinggi etika dalam berpolitik. "Dalam politik yang dibawa Partai Perindo, kekuasaan adalah etika, keinginan, dan komitmen kami untuk melayani," pungkasnya.
Keberagaman dan Target Elektoral
Wakil Ketua Umum Elektoral DPP Partai Perindo, Tama S Langkun, menambahkan bahwa keberagaman menjadi kunci kekuatan partai. Untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat, kemenangan di setiap pemilu menjadi mutlak.
Partai Perindo telah berhasil melahirkan sekitar 380 anggota legislator daerah dan 18 kepala daerah dalam Pemilu 2024. "Ke depan, kami akan mempertahankan posisi yang sudah didapat dan memperluas kemenangan menuju Pemilu 2029," tutup Tama.
Artikel Terkait
Arus Mudik Lebaran di Pelabuhan Tenau Kupang Melonjak 247 Persen
Mudik Lebaran 2026 Dongkrak Ekonomi Daerah, Perputaran Uang Capai Ratusan Triliun
Pemerintah Tetapkan Tarif Listrik Tak Naik Jelang Idulfitri 2026
Flick Akui Tantangan Fisik Newcastle Jelang Laga Penentu di Camp Nou