PARADAPOS.COM - Atalanta berhasil melaju ke babak 16 besar Liga Champions setelah menundukkan Borussia Dortmund dengan skor dramatis 4-1 di Stadion Gewiss, Bergamo, Rabu (25/2/2026) malam. Kemenangan itu membalikkan defisit agregat menjadi 4-3, mengakhiri perjalanan Dortmund di musim ini. Sementara itu, sepuluh pemain Juventus gagal menahan laju Galatasaray di Turin, dan Paris Saint-Germain mengamankan tiket mereka meski hanya bermain imbang melawan Monaco.
Drama Penalti di Detik Akhir Hancurkan Harapan Dortmund
Suasana di Bergamo langsung memanas sejak kick-off. Sadar tertinggal dua gol dari pertemuan pertama, Atalanta langsung menekan dan berhasil membalas lewat Gianluca Scamacca yang mencetak gol hanya dalam lima menit permainan. Tekanan La Dea berlanjut dan berbuah gol kedua menjelang turun minim, berkat tendangan Davide Zappacosta yang berbelok arah usai membentur Ramy Bensebaini.
Babak kedua menyaksikan dominasi tuan rumah yang semakin kokoh. Mario Pasalic memperlebar jarak dengan sundulan kepala, mengubah papan skor menjadi 3-0. Dortmund sempat bangkit lewat tendangan spektakuler Karim Adeyemi di menit ke-75, yang sejenak mengembalikan ketegangan. Namun, drama puncak terjadi di masa injury time.
Bensebaini, yang sebelumnya menjadi "korban" gol kedua Atalanta, melakukan pelanggaran fatal terhadap Nikola Krstovic di kotak terlarang. Wasit tak ragu memberikan kartu merah dan titik putih. Dalam tekanan tinggi, Lazar Samardzic maju sebagai eksekutor dan dengan tenang menaklukkan kiper Gregor Kobel, mengunci kemenangan agregat sekaligus melambungkan euforia ribuan suporter yang memadati stadion.
“Saya melewati pusaran emosi di detik-detik terakhir. Beruntung Lazar mampu mengeksekusinya dengan sangat baik,” ungkap bek Atalanta, Sead Kolasinac, menggambarkan momen mencekam itu.
Kekecewaan jelas terpancar dari kubu Die Borussen. Kapten mereka, Emre Can, dengan jujur mengakui kelemahan timnya. “Sangat sulit untuk melangkah maju jika Anda terus melakukan kesalahan individu. Sejujurnya, kami tidak layak untuk lolos,” ujarnya dengan nada berat.
Juventus Tumbang Meski Bertarung Sepuluh Pemain
Sementara di Turin, Juventus menunjukkan kegigihan yang luar biasa meski harus bermain dengan sepuluh orang sejak babak pertama setelah kartu merah untuk Lloyd Kelly. Tekanan mereka berhasil membuahkan dua gol melalui Federico Gatti dan Weston McKennie, yang menyamakan agregat dan memaksa pertandingan ke babak perpanjangan waktu.
Namun, Galatasaray yang tampil lebih matang berhasil mengendalikan situasi. Kualitas bintang mereka, Victor Osimhen, menjadi penentu di momen krusial. Striker Nigeria itu mencetak gol tunggal di babak tambahan waktu, memastikan tim asal Istanbul itu lolos dengan agregat 7-5 dan berhak menantang pemenang duel antara Liverpool dan Tottenham.
PSG Lewati Rintangan Berat dari Monaco
Di Paris, juara bertahan PSG harus berjuang keras untuk mengamankan tempat di 16 besar. Meski unggul agregat dari leg pertama, Monaco memberikan perlawanan sengit dan sempat memimpin di Parc des Princes. Stabilitas tim Luis Enrique akhirnya berbicara melalui gol balasan dari Marquinhos dan Khvicha Kvaratskhelia, yang membawa mereka pada hasil imbang 2-2.
Hasil itu cukup untuk mengantarkan PSG dengan agregat 5-4. Pemain muda PSG, Desire Doue, menilai pertandingan ini sebagai pelajaran berharga. “Tujuannya adalah mendominasi pertandingan, namun Anda juga harus tahu cara untuk bangkit saat tertinggal,” jelasnya, merefleksikan kemampuan timnya mengatasi tekanan.
Dengan berakhirnya babak play-off ini, perhatian kini beralih ke Nyon, Swiss. Pengundian untuk babak 16 besar Liga Champions dijadwalkan akan digelar pada Jumat mendatang, menentukan jalur setiap tim yang tersisa menuju puncak prestasi Eropa.
Artikel Terkait
Menaker Gratiskan Pelatihan Ahli K3 Umum untuk Ribuan Pekerja
Bhayangkara FC Pacu Peringkat ke Posisi 7 Usai Hajar Semen Padang 4-0
Sidang Putusan Kasus Korupsi Migor Rp285 Triliun Libatkan Anak Tersangka Riza Chalid
Batas Akhir 31 Maret, Wajib Pajak Diminta Segera Lapor SPT Tahunan via Coretax