PARADAPOS.COM - Kabar duka menyelimuti dunia militer dan politik Indonesia. Jenderal TNI (Purn.) Ryamizard Ryacudu, mantan Menteri Pertahanan dan Kepala Staf TNI Angkatan Darat, meninggal dunia pada Ahad, 31 Mei 2026. Almarhum menghembuskan napas terakhirnya setelah menjalani perawatan intensif di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta. Kepergian pria yang dikenal sebagai sosok dekat Presiden Prabowo Subianto ini meninggalkan duka mendalam, terutama karena keduanya merupakan satu angkatan di Akademi Militer tahun 1974 dan telah melewati begitu banyak suka duka bersama.
Kepergian Ryamizard Ryacudu bukan hanya kehilangan bagi institusi pertahanan, tetapi juga bagi sahabat seperjuangannya. Kenangan masa muda yang penuh dinamika antara dirinya dan Prabowo Subianto menjadi cerita yang kerap diingat. Momen paling emosional terjadi saat serah terima jabatan Menteri Pertahanan pada Kamis, 24 Oktober 2019. Di atas panggung peralihan kekuasaan itu, keduanya justru larut dalam nostalgia masa-masa penuh disiplin di Lembah Tidar, Magelang.
Kenangan di Lembah Tidar: Dari Diplonco hingga Hukuman Panjat Tiang
Suasana haru dan tawa mewarnai acara serah terima jabatan tersebut. Presiden Prabowo, yang kala itu baru dilantik, duduk bersebelahan dengan Ryamizard. Ia membuka percakapan dengan nada penuh keakraban.
"Saya mengenal Pak Ryamizard itu sudah puluhan tahun. Kita dulu taruna bersama-sama di lembah tidar, digembleng sama-sama. Saya kenal beliau, semangatnya tidak jauh dengan saya. Sangat merah putih," ungkap Prabowo di hadapan para undangan.
Tak hanya bernostalgia, Prabowo pun melontarkan candaan yang mencairkan suasana. Ia berseloroh bahwa Ryamizard mengetahui banyak rahasia pribadinya. "Jadi jangan banyak dibukalah yah, hahaha. Terima kasih Pak Ryamizard, terimakasih seluruh jajaran Kemhan, saya akan meneruskan langkah-langkah yang prioritas. Saya akan berusaha untuk berbuat yang terbaik," kata Prabowo sambil tertawa lepas.
Hukuman Bareng karena Lupa Sapta Marga
Menanggapi candaan Presiden, Ryamizard pun membalas dengan cerita yang tak kalah menarik. Ia mengaku lega karena menyerahkan tanggung jawab besar itu kepada seseorang yang sudah dianggap seperti saudara sendiri. Ryamizard kemudian mengingat kembali masa-masa keras pendidikan taruna.
"Dari awal masuk diplonco sampai jungkir balik sama-sama. Sekarang sama-sama lagi. Jadi alhamdulillah tugas ini pasti, saya yakin, akan dilaksanakan sebaik-baiknya," ujar Ryamizard dengan suara bergetar.
Puncak nostalgia terjadi ketika Ryamizard menceritakan hukuman unik yang pernah mereka jalani. Purnawirawan jenderal bintang empat itu mengungkapkan bahwa dirinya dan Prabowo sering dihukum bersama. "Terlalu banyak kenangan dengan beliau ini, karena dua tahun sama sama satu kompi. Kebetulan kompi saya dengan Pak Prabowo banyak orang betawinya, nakal-nakal," kata dia.
Hukuman yang mereka terima cukup menguras tenaga. "Tak jarang ia bersama dengan Prabowo dihukum memanjat tiang listrik karena tidak bisa menyebutkan Sapta Marga," jelas Ryamizard, menggambarkan betapa kerasnya pendidikan militer kala itu.
Pesan Terakhir Sebelum Tugas Berat Dimulai
Di balik canda tawa dan kenangan masa lalu, keduanya juga sempat membahas tugas berat yang menanti Prabowo. Ryamizard, yang sudah merasakan pahit getirnya memimpin Kementerian Pertahanan, memberikan wejangan kepada penerusnya.
"Harus ikut membantu Presiden RI khususnya, dan menjaga kedaulatan, menjaga keutuhan wilayah, dan menjaga keamanan," tutur Prabowo menirukan pesan yang disampaikan Ryamizard kepadanya.
Pesan itu kini menjadi pengingat akan dedikasi seorang prajurit yang telah mengabdikan hidupnya untuk bangsa. Kenangan tentang dua sahabat yang pernah dihukum panjat tiang listrik karena lupa Sapta Marga itu pun menjadi cerita abadi tentang persahabatan, pengabdian, dan disiplin militer yang tak lekang oleh waktu.
Artikel Terkait
Mantan Menhan Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD Akibat Sakit Jantung
Pimpinan Ponpes di Pekalongan Ditangkap atas Dugaan Cabuli Santriwati hingga Hamil
PDIP Desak Pemerintah Transparan soal Tiga Kali Kunjungan Prabowo ke Prancis dalam Lima Bulan
Wings Air Buka Suara soal Baling-Baling Pesawat Diikat Kabel Ties, Sebut Bagian dari Prosedur Perawatan