5 Tips Atasi Mabuk Perjalanan Akibat AC Mobil Saat Liburan

- Minggu, 31 Mei 2026 | 11:00 WIB
5 Tips Atasi Mabuk Perjalanan Akibat AC Mobil Saat Liburan
PARADAPOS.COM - Mabuk perjalanan, terutama saat berkendara di mobil ber-AC pada musim liburan, kerap menjadi masalah yang tidak hanya mengganggu penderitanya, tetapi juga penumpang lain dan pengemudi. Kondisi ini dipicu oleh sensitivitas tubuh terhadap paparan AC dalam waktu lama, yang bisa memicu reaksi tidak nyaman hingga mabuk darat parah. Artikel ini menyajikan lima tips praktis untuk mengatasinya, mulai dari mengatur sirkulasi udara hingga menjaga pola makan.

Mengapa AC Mobil Bisa Memicu Mabuk?

Bagi sebagian orang, udara dingin yang keluar dari AC mobil bukanlah sekadar pendingin. Tubuh bisa bereaksi negatif saat terpapar aliran udara tersebut secara terus-menerus. Sensasi tidak enak, pusing, hingga mual yang parah bisa muncul, terutama jika sirkulasi udara di dalam kabin tidak optimal. Ini bukan sekadar mitos, melainkan respons fisiologis yang umum terjadi pada individu yang lebih sensitif.

1. Atur Sirkulasi Udara yang Baik

Langkah pertama yang paling efektif adalah mengatur sirkulasi udara di dalam mobil. Hindari mengarahkan semburan AC langsung ke wajah. Ini adalah cara sederhana untuk meminimalisir dampak mabuk darat yang berlebihan. Sebagai alternatif, Anda bisa mematikan AC sejenak dan membuka sedikit celah kaca. Udara segar dari luar akan membantu menetralkan tekanan di dalam kabin. Namun, perlu diingat: jangan membuka kaca terlalu lebar. Terpaan angin yang tidak terkendali justru bisa membuat tubuh masuk angin, memperparah kondisi yang ingin Anda hindari.

2. Sesuaikan Posisi Duduk yang Nyaman

Posisi duduk memegang peranan penting. Pastikan Anda duduk senyaman mungkin. Lebih dari itu, pastikan arah duduk Anda searah dengan gerak mobil—yaitu menghadap ke depan. Posisi ini membantu otak Anda menyelaraskan apa yang dilihat dengan gerakan yang dirasakan tubuh, sehingga mengurangi potensi konflik sensorik yang memicu mual.

3. Hindari Pergerakan Kepala yang Mendadak

Saat di dalam mobil yang melaju, hindari gerakan kepala yang tiba-tiba. Misalnya, menengok secara cepat atau berdiri lalu duduk kembali dengan mendadak. Gerakan semacam ini bisa mengirim sinyal yang membingungkan ke sistem keseimbangan di telinga bagian dalam, yang berujung pada rasa mual yang datang tiba-tiba. Usahakan setiap gerakan dilakukan secara perlahan dan terkontrol.

4. Konsumsi Obat Anti Mual dengan Bijak

Bagi sebagian orang, obat anti mual adalah solusi praktis. Obat ini mudah ditemukan di mana saja dan harganya relatif terjangkau. Namun, ada catatan penting yang perlu diperhatikan. “Obat sejenis ini sangat tidak disarankan untuk dikonsumsi bagi pengemudi karena dapat menyebabkan rasa kantuk setelah mengonsumsinya,” jelas seorang praktisi kesehatan dalam sebuah kesempatan. Di sisi lain, ia juga mengingatkan untuk tidak mengonsumsi obat pereda nyeri secara berlebihan. Efek sampingnya bisa berbahaya dan tidak sesuai untuk mengatasi mabuk perjalanan.

5. Jangan Lupa Makan Tepat Waktu

Tips terakhir ini mungkin terdengar sepele, tapi dampaknya signifikan. Makan tepat waktu memastikan tubuh memiliki energi yang cukup. Dengan energi yang tercukupi, daya tahan tubuh menjadi lebih baik. Anda pun akan merasa lebih segar dan aman dari rasa mual, bahkan saat menempuh perjalanan jarak jauh sekalipun. Perut yang kosong justru bisa memperburuk sensasi mual saat berkendara.

Editor: Reza Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar