PARADAPOS.COM - Ribuan kendaraan mulai bergerak meninggalkan Kota Bandung, Jawa Barat, pada Minggu (31/5/2026) sore. Langkah ini diambil para wisatawan untuk mengantisipasi kemacetan parah yang diprediksi terjadi pada puncak arus balik libur panjang, Senin (1/6/2026) besok. Titik kepadatan paling parah terjadi di Gerbang Tol (GT) Pasteur, jalur utama menuju Jakarta, dengan antrean kendaraan yang mengular hingga dua kilometer.
Kepadatan Mulai dari Jalan Layang Pasupati
Pantauan di lapangan menunjukkan, kemacetan panjang tidak hanya terjadi di pintu tol. Lalu lintas di jalur arteri menuju GT Pasteur pun terpantau merayap. Antrean kendaraan mulai terlihat jelas dari atas Jalan Layang Pasupati, tepatnya di Jalan Prof Mochtar Kusumaatmadja, hingga terus mengular ke kawasan Jalan Dr Djunjunan. Volume kendaraan didominasi oleh mobil pribadi dengan pelat nomor B (Jakarta) dan F (Bogor), yang menandakan para perantau dan wisatawan ibu kota mulai kembali ke kota asal.
Dua Faktor Utama Penyebab Kemacetan
Kepadatan di jalur Pasteur tidak semata-mata disebabkan oleh volume kendaraan yang tinggi. Ada faktor lain yang turut memperparah situasi. Banyak pengendara roda empat yang nekat berhenti di bahu jalan untuk membeli oleh-oleh khas Bandung. Akibatnya, lajur jalan menyempit secara signifikan dan menghambat laju kendaraan di belakangnya.
Di tengah hiruk-pikuk kemacetan, terlihat sejumlah wisatawan yang tetap tenang. Mereka mengaku sudah memperhitungkan risiko ini.
"Sengaja pulang sore ini (Minggu) biar besok Senin punya waktu istirahat di rumah. Kalau pulangnya besok pasti jauh lebih macet karena barengan sama puncak arus balik," ujar seorang wisatawan yang tengah bersabar di dalam mobilnya.
Kondisi Lalu Lintas hingga Malam Hari
Hingga Minggu malam, arus lalu lintas di sejumlah titik menuju gerbang tol keluar Kota Bandung masih terpantau mengalami kepadatan yang cukup signifikan. Pihak berwenang mengimbau para pengendara untuk tetap waspada dan mematuhi rambu lalu lintas, terutama bagi mereka yang memutuskan untuk melakukan perjalanan pada malam hari.
Editor: Paradapos.com
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
TNI AD Berduka: Mantan Menhan dan Kasad Ryamizard Ryacudu Tutup Usia
Waisak di Bundaran HI Jadi Simbol Toleransi, Warga Lintas Iman Padati Perayaan
Jemaah Haji Embarkasi Banjarmasin Mulai Pulang 3 Juni 2026, Tiga Orang Wafat di Tanah Suci
45 Persen Penerima PKH Diduga Tidak Lagi Layak, Pemerintah Percepat Pemutakhiran Data