IHSG Terjun 2,34% di Awal Perdagangan, Tekanan Jual Global Berlanjut

- Rabu, 04 Maret 2026 | 02:50 WIB
IHSG Terjun 2,34% di Awal Perdagangan, Tekanan Jual Global Berlanjut

PARADAPOS.COM - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka dengan tekanan jual yang signifikan pada perdagangan Rabu, 4 Maret 2026. Indeks langsung terperosok ke zona merah, melanjutkan tren pelemahan dari sesi sebelumnya di tengah sentimen negatif yang mendominasi pasar keuangan global.

Tekanan Jual Dominan di Awal Sesi

Pada pembukaan perdagangan, IHSG tercatat di posisi 7.896,377. Namun, tekanan jual langsung muncul dan mendorong indeks turun tajam. Hanya dalam hitungan menit, tepatnya hingga pukul 09.23 WIB, IHSG tercatat melemah 185,588 poin atau setara 2,34 persen ke level 7.754,178. Pergerakan indeks pagi ini cukup fluktuatif, dengan level tertinggi di 7.897,812 dan terendah di 7.736,918.

Sentimen negatif ini tercermin dari komposisi pergerakan saham. Mayoritas emiten tercatat mengalami tekanan, dengan 541 saham melemah. Hanya 104 saham yang mampu menguat, sementara 82 lainnya stagnan. Volume perdagangan pagi ini terpantau cukup aktif, dengan total nilai transaksi sementara mencapai Rp5,368 triliun dan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 10,022 miliar saham. Kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia tercatat di angka Rp13.858,006 triliun.

Sentimen Global yang Memberatkan

Pelemahan IHSG tidak terjadi dalam ruang hampa. Analis mencatat bahwa sentimen dari pasar global memberikan tekanan yang kuat. Pada perdagangan Selasa (3/3/2026), pasar saham Amerika Serikat ditutup melemah dengan indeks Dow Jones turun 0,83 persen, S&P 500 melemah 0,94 persen, dan Nasdaq anjlok 1,02 persen. Volatilitas tinggi sempat terjadi akibat ketegangan geopolitik terkait Iran, yang membuat Dow sempat terjun bebas sekitar 1.200 poin sebelum akhirnya ditutup dengan penurunan yang sedikit lebih ringan.

Pasar regional Asia juga menunjukkan performa yang suram. Pada penutupan sesi Selasa, indeks Hang Seng turun 1,12 persen, Nikkei 225 Jepang merosot 3,06 persen, dan indeks Shanghai melemah 1,43 persen. IHSG sendiri pada hari itu telah terkoreksi 0,96 persen ke level 7.939,77, meski masih mencatatkan arus masuk modal asing (net buy) sebesar Rp3,44 triliun. Pada pembukaan Rabu pagi, tekanan masih berlanjut dengan indeks Kospi Korea Selatan dan Nikkei 225 kembali dibuka di area merah.

Prospek dan Proyeksi Analis

Menyikapi rangkaian kondisi tersebut, analis dari Samuel Sekuritas memproyeksikan bahwa tekanan pada IHSG masih akan berlanjut. Dalam riset hariannya, mereka menyoroti ketidakpastian yang masih membayangi pasar global dan regional sebagai faktor kunci.

Menyikapi beragam kondisi tersebut di atas, IHSG diperkirakan melanjutkan pelemahan di tengah ketidakpastian pasar global dan regional, ungkap tim analis Samuel Sekuritas dalam risetnya.

Pernyataan ini menggarisbawahi kehati-hatian yang disarankan bagi investor dalam menghadapi sesi perdagangan yang penuh gejolak, di mana faktor eksternal tampak lebih dominan mempengaruhi sentimen domestik.

Editor: Laras Wulandari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar