PARADAPOS.COM - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung angkat bicara mengenai insiden mobil pemadam kebakaran (Damkar) yang tertimpa reruntuhan bangunan saat proses pembongkaran gedung lama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) di Cililitan, Jakarta Timur, pada Sabtu (6/6). Peristiwa ini menimpa dua petugas Damkar yang tengah bertugas menyemprotkan air untuk menekan debu, di mana salah satu di antaranya harus dilarikan ke rumah sakit. Pramono memastikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan mengevaluasi dan memperbaiki prosedur agar kejadian serupa tak terulang di masa mendatang.
Evaluasi dan Perbaikan SOP
Menanggapi insiden tersebut, Pramono menegaskan bahwa kejadian ini murni merupakan insiden di luar perkiraan. Ia menekankan bahwa aktivitas pembongkaran gedung sejatinya telah memiliki standar operasional prosedur (SOP) yang ketat.
“Ya ini kan namanya juga insiden. Insiden itu kan bukan sesuatu yang secara terus-menerus ataupun rutin,” kata Pramono di kawasan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Minggu (7/6).
Pramono menjelaskan bahwa penerapan SOP tersebut merupakan bagian integral dari mitigasi risiko dalam setiap kegiatan yang berpotensi menimbulkan kecelakaan kerja. Menurutnya, hampir semua aktivitas berisiko tinggi di Jakarta sudah memiliki standar yang baku.
“Pokoknya gini, di Jakarta ini hampir semua aktivitas yang menimbulkan ataupun punya risiko kecelakaan sebenarnya SOP-nya sudah distandarkan,” ujarnya.
Meski demikian, pria yang akrab disapa Mas Pram itu mengakui bahwa kemungkinan terjadinya insiden di lapangan tetap ada. Oleh karena itu, Pemprov DKI terus melakukan pemantauan ketat terhadap berbagai kegiatan yang memiliki risiko keselamatan kerja.
“Bahwa kemudian ada case satu-dua, ada. Karena memang sekarang ini tetap kita monitor untuk itu,” tutur dia.
“Tapi intinya hal-hal seperti itu akan kita perbaiki,” sambungnya.
Kronologi di Lapangan
Peristiwa nahas itu terjadi saat mobil Damkar sedang beroperasi menyemprotkan air untuk menekan debu yang beterbangan akibat proses pembongkaran. Sebagian reruntuhan bangunan diduga ambruk dan menimpa kendaraan operasional tersebut.
Seorang warga sekitar bernama Sukidi (41) yang berdagang di dekat lokasi kejadian menuturkan, mobil Damkar saat itu tengah membantu proses pengerjaan alat berat.
“Iya kan nyemprotnya tujuannya biar enggak beledug, debu enggak ke mana-mana tujuannya. Itu juga kerja sama mas,” ujar Sukidi.
Kondisi Petugas Damkar
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta memastikan bahwa petugas Damkar yang tertimpa reruntuhan dalam kondisi stabil dan telah mendapatkan penanganan medis secara intensif.
Humas DLH DKI Jakarta, Yogi Ikhwan, menjelaskan bahwa insiden terjadi saat kegiatan pembongkaran berlangsung di bangunan lama yang sudah tidak digunakan di Jalan Mandala V, Kelurahan Cililitan.
“Pada saat proses pembongkaran berlangsung, salah satu tiang kolom bangunan lama roboh dan mengenai kendaraan operasional Damkar yang berada di sekitar area kegiatan,” ujar Yogi dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (6/6).
Yogi melanjutkan, di dalam kendaraan tersebut terdapat dua petugas Damkar. Salah satu di antaranya terdampak langsung dan segera dievakuasi ke RS Polri untuk mendapatkan penanganan medis.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan tim medis, termasuk CT scan, kondisi petugas saat ini stabil. Sesuai prosedur medis, yang bersangkutan masih menjalani observasi selama 24 jam untuk memastikan kondisi kesehatannya tetap baik,” lanjut Yogi.
Editor: Dian Lestari
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem di Sulawesi Tenggara pada 7-13 Juni 2026
DKPP Pecat Ketua Bawaslu Tambrauw karena Terbukti Masih ASN Aktif
Ramalan Zodiak Scorpio Juni 2026: Karier Moncer dan Finansial Membaik, Waspada Ambisi
Gempa Magnitudo 5,3 Guncang Maluku Barat Daya, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami