Gubernur DKI Dorong Pelestarian Festival Bedug untuk Semarakkan Ramadhan

- Sabtu, 07 Maret 2026 | 05:50 WIB
Gubernur DKI Dorong Pelestarian Festival Bedug untuk Semarakkan Ramadhan

PARADAPOS.COM - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, mendorong pelestarian tradisi Festival Bedug sebagai bagian dari penyemarak bulan suci Ramadhan di ibu kota. Pernyataan itu disampaikannya usai membuka babak final festival yang diikuti 16 grup terbaik di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Sabtu (22/3). Para finalis tidak hanya berkompetisi untuk memperebutkan hadiah pembinaan, tetapi juga akan tampil dalam perayaan malam takbiran di Bundaran Hotel Indonesia.

Komitmen Pelestarian Budaya di Ibu Kota

Dalam sambutannya, Pramono menekankan bahwa acara ini memiliki dua tujuan utama: menjaga tradisi budaya dan menciptakan kemeriahan selama Ramadhan. Ia melihat festival ini sebagai sarana untuk mempererat rasa kebersamaan dan kepemilikan warga terhadap kotanya. Nuansa kebersamaan itu, menurutnya, akan semakin terasa menjelang perayaan Idul Fitri.

"Saya yakin nanti kalau ada Festival Bedug, ada pawai obor, ada berbagai komunitas yang hadir, saya yakin pasti dalam rangka menyambut Idul Fitri di Jakarta jauh lebih semarak, lebih meriah, dan pasti akan lebih membuat semua orang merasa memiliki Jakarta," ujarnya.

Seleksi Ketat dan Penampilan di Malam Takbiran

Babak final yang digelar ini merupakan puncak dari proses seleksi yang cukup panjang. Awalnya, tercatat 93 grup dari berbagai penjuru Jakarta mendaftar. Setelah melalui seleksi di tingkat kota dan kabupaten administrasi, tersaringlah 16 grup dengan penampilan terbaik untuk berlaga di tingkat provinsi.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan apresiasi berupa hadiah pembinaan dengan total nilai yang cukup signifikan. Juara pertama berhak mendapatkan Rp25 juta, juara kedua Rp20 juta, dan juara ketiga Rp15 juta. Selain itu, disediakan pula penghargaan harapan dengan nilai hingga Rp12,5 juta.

Harapan untuk Tradisi yang Berkelanjutan

Di luar kompetisi, Gubernur Pramono menyimpan harapan yang lebih dalam. Ia ingin semangat ini tidak hanya muncul saat latihan atau perlombaan, tetapi benar-benar hidup dan berkelanjutan di masyarakat. Kerinduan pribadinya terhadap dentuman bedug di masjid-masjid, seperti yang ia alami semasa kecil, mendorong keinginan untuk membangkitkan kembali tradisi tersebut.

"Mudah-mudahan tradisi-tradisi untuk Festival Bedug yang seperti ini di Jakarta akan terawat dengan baik," tutur Pramono.

Ia pun mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk turut serta dalam upaya pelestarian ini. Menurutnya, menjaga tradisi budaya adalah cara untuk memperkuat tali silaturahmi yang menjadi pondasi kehidupan sosial di Jakarta.

"Saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga tradisi budaya kita, dan inilah yang nanti akan mengakrabkan silaturahmi yang ada di Jakarta," pungkasnya.

Editor: Yoga Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar