Sri Lanka Terapkan Rationing BBM Pakai QR Code, Tenaga Medis Protes Kuota Minim

- Selasa, 17 Maret 2026 | 07:25 WIB
Sri Lanka Terapkan Rationing BBM Pakai QR Code, Tenaga Medis Protes Kuota Minim

PARADAPOS.COM - Pemerintah Sri Lanka resmi memberlakukan sistem penjatahan bahan bakar mingguan berbasis kode QR untuk seluruh kendaraan umum. Langkah darurat ini diambil sebagai respons terhadap ketidakpastian pasokan minyak global yang mengancam stok domestik. Aturan baru yang mulai berlaku pada Minggu (15/3) itu langsung memicu antrean panjang di berbagai SPBU, sambil menuai kritik dari asosiasi dokter yang menyatakan kuota yang diberikan tidak memadai untuk menjalankan tugas medis.

Mekanisme dan Tujuan Penjatahan

Sistem penjatahan ini mengikat pembelian bahan bakar dengan kode QR yang sah. Setiap pemilik kendaraan wajib mendaftarkan kendaraannya melalui situs resmi pemerintah terlebih dahulu. Adapun alokasi mingguan yang ditetapkan adalah 15 liter untuk mobil, 5 liter untuk sepeda motor, 15 liter untuk kendaraan roda tiga, dan 60 liter untuk bus.

Pemerintah beralasan, kebijakan ini diperlukan untuk mencegah penimbunan dan kepanikan membeli (panic buying) di tengah keterbatasan stok. Tujuannya adalah mendistribusikan bahan bakar secara lebih adil serta menjaga agar roda ekonomi dasar tetap dapat berputar.

Protes dari Tenaga Medis dan Stok yang Terbatas

Di lapangan, kebijakan ini mendapat sorotan tajam dari asosiasi petugas medis pemerintah (GMOA). Mereka menilai kuota yang diberikan justru menghambat layanan kesehatan yang vital.

Juru bicara GMOA, dr. Chamil Wijesinghe, mengungkapkan keprihatinannya. "Jatah pekanan 15 liter BBM untuk mobil masih kurang bagi tenaga medis untuk melakukan perjalanan dan merespons panggilan darurat," tuturnya.

Keluhan ini bukannya tanpa alasan. Banyak dokter tinggal jauh dari tempat tugas dan bekerja dengan sistem panggilan siaga yang menuntut kesiapan bergerak dalam waktu singkat. Sementara itu, pejabat mengonfirmasi cadangan bahan bakar minyak di negara itu hanya cukup untuk 27 hari ke depan, dan diesel untuk 33 hari.

Jaminan Pasokan Listrik dan Upaya Diplomasi

Meski situasi bahan bakar transportasi cukup pelik, Kementerian Tenaga dan Energi Sri Lanka berusaha menenangkan publik dengan menjamin stabilitas pasokan listrik. Pejabat setempat memastikan ketersediaan bahan bakar untuk pembangkit listrik tenaga termal masih memadai, didukung oleh kontribusi dari pembangkit air dan surya.

Di sisi lain, pemerintah tidak hanya bergantung pada stok yang ada. Upaya diplomasi digenjot untuk mengamankan suplai tambahan dari sejumlah negara, termasuk India, Rusia, dan China, guna mengisi cadangan yang semakin menipis.

Dampak Regional dan Respons Negara Tetangga

Gelombang kekhawatiran atas kenaikan harga dan kelangkaan energi ini ternyata juga dirasakan di negara-negara Asia lainnya. Di Malaysia, misalnya, pelaku industri pariwisata telah meminta subsidi bahan bakar sementara bagi operator transportasi wisata. Mereka mengeluhkan lonjakan biaya operasional yang drastis, padahal banyak kontrak layanan telah disepakati berdasarkan harga BBM lama.

Tidak hanya itu, beberapa negara di kawasan bahkan telah mulai menerapkan skema kerja dan belajar dari rumah sebagai langkah antisipatif untuk memitigasi potensi krisis energi yang lebih dalam. Situasi ini menggambarkan bagaimana gejolak pasokan minyak global berpotensi mengganggu aktivitas normal di berbagai sektor.

Editor: Yuli Astuti

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar