Dokter Sarankan Peregangan Berkala untuk Hindari Nyeri Pinggang Saat Mudik Lebaran 2026

- Rabu, 18 Maret 2026 | 02:00 WIB
Dokter Sarankan Peregangan Berkala untuk Hindari Nyeri Pinggang Saat Mudik Lebaran 2026

PARADAPOS.COM - Menjelang Lebaran 2026, jutaan perantau kembali akan memadati jalur mudik untuk pulang ke kampung halaman. Tradisi tahunan ini, meski dinanti, kerap membawa tantangan tersendiri bagi kondisi fisik. Perjalanan jauh yang ditempuh, baik dengan kendaraan pribadi maupun transportasi umum, berpotensi menyebabkan kelelahan, dehidrasi, hingga nyeri otot jika tidak diantisipasi dengan baik. Oleh karena itu, persiapan kesehatan yang matang menjadi kunci agar momen silaturahmi dapat dijalani dengan lancar dan penuh kebahagiaan.

Strategi Persiapan Sebelum Berangkat

Kunci perjalanan mudik yang nyaman terletak pada perencanaan yang cermat. Menyusun rencana perjalanan, termasuk memperkirakan waktu dan jalur yang akan dilalui, dapat membantu menghemat energi dan mengurangi stres. Persiapan tidak hanya soal logistik kendaraan, tetapi juga kondisi fisik. Memastikan tubuh dalam keadaan fit sebelum berangkat adalah langkah awal yang bijak. Bagi pengguna transportasi umum, datang lebih awal ke titik keberangkatan dapat menghindarkan dari kepanikan dan suasana terburu-buru yang justru menguras tenaga.

Menjaga Stamina Selama di Perjalanan

Selama menempuh perjalanan, pemudik perlu memperhatikan asupan nutrisi dan cairan tubuh, terlebih bagi yang tetap menjalankan ibadah puasa. Konsumsi makanan bergizi seimbang dengan kandungan karbohidrat kompleks, protein, dan serat akan membantu menjaga stamina tetap stabil. Hindari makan karbohidrat sederhana secara berlebihan karena dapat memicu kantuk, yang berbahaya terutama bagi pengemudi.

Kebutuhan hidrasi juga tidak boleh diabaikan. Pola minum yang teratur, seperti dua gelas saat sahur, dua gelas saat berbuka, dan empat gelas di malam hari, dapat mencegah dehidrasi tanpa menyebabkan frekuensi buang air kecil yang mengganggu. Membawa bekal makanan dan minuman dari rumah merupakan langkah praktis sekaligus menjaga kebersihan dan kehalalan asupan, terutama saat waktu berbuka tiba di tengah jalan.

Pentingnya Istirahat dan Peregangan

Istirahat berkala adalah sebuah keharusan, bukan sekadar pilihan. Pengemudi mobil disarankan berhenti setiap empat jam, sementara pengendara motor idealnya beristirahat setiap dua jam. Tanda-tanda kelelahan seperti menguap terus-menerus, sulit fokus, atau kelopak mata berat harus segera direspons dengan berhenti. Manfaatkan rest area atau posko mudik untuk beristirahat setidaknya 20 menit.

Selama istirahat, lakukan peregangan ringan. Posisi duduk statis dalam waktu lama seringkali menjadi biang keladi nyeri pinggang dan pegal-pegal.

Menurut dr. Ega, keluhan yang paling sering muncul saat mudik Lebaran umumnya adalah nyeri pinggang akibat duduk terlalu lama. Posisi duduk statis membuat otot dan sendi bekerja terus-menerus sehingga aliran darah menjadi kurang optimal.

Karena itu, ia menyarankan pemudik melakukan stretching secara berkala. Peregangan idealnya dilakukan setiap 30 menit atau paling tidak satu jam sekali, terutama pada area pinggang, leher, dan bahu yang paling rentan tegang selama perjalanan. Gerakan sederhana seperti memutar leher, meregangkan bahu, atau mencondongkan tubuh ke kiri dan kanan bisa membantu mengurangi rasa kaku saat mudik Lebaran 2026.

Tak hanya bagian atas tubuh, kaki juga perlu digerakkan secara berkala. Dr. Ega mengingatkan agar kaki diluruskan setidaknya setiap satu jam untuk menjaga aliran darah tetap lancar.

Jika terlalu lama menekuk kaki, kaki bisa terasa pegal karena peredaran darah melambat. Bagi pengguna mobil pribadi, berhenti maksimal setiap tiga jam untuk berdiri, meluruskan kaki, dan bergerak sejenak sangat dianjurkan agar darah tidak menumpuk di area kaki.

Langkah Antisipasi dan Keselamatan

Selain menjaga stamina, langkah antisipasi juga perlu disiapkan. Memilih waktu perjalanan pada saat suhu lebih sejuk, seperti malam hari atau setelah sahur, dapat membantu meminimalkan risiko dehidrasi dan kelelahan akibat panas. Yang tak kalah penting adalah menyiapkan obat-obatan pribadi. Bawa obat rutin bagi yang memiliki kondisi medis tertentu, serta obat-obatan dasar seperti untuk mabuk perjalanan, mual, atau minyak angin untuk mengatasi keluhan ringan yang mungkin muncul tiba-tiba.

Dengan persiapan yang menyeluruh dan kesadaran untuk mendengarkan kondisi tubuh, perjalanan mudik Lebaran 2026 diharapkan dapat dilakukan dengan lebih aman dan nyaman. Pada akhirnya, tubuh yang bugar akan membuat kebahagiaan berkumpul dengan keluarga di kampung halaman terasa lebih sempurna dan bermakna.

Editor: Rico Ananda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar