PARADAPOS.COM - Sebuah kegiatan berkendara yang unik menyemarakkan gelaran Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 pada Sabtu pagi (7/2/2026). Program bertajuk "Bapak dan Budi Berkendara" mengajak puluhan ayah dan anak untuk melakukan perjalanan bersama menggunakan sepeda motor menuju venue pameran di JIExpo Kemayoran dan Gambir Expo. Inisiatif yang digagas oleh komunitas Naikmotor dan Belajar Helm ini tidak hanya bertujuan untuk mempererat ikatan keluarga, tetapi juga menjadi media edukasi keselamatan berkendara bagi generasi muda.
Lebih Dari Sekadar Riding Bersama
Acara ini dirancang jauh lebih dari sekadar konvoi biasa. Setibanya di lokasi, para peserta, baik ayah maupun anak, disambut dengan serangkaian aktivitas interaktif. Lomba Mewarnai Helm, pemilihan Best Costume, dan Best Couple menjadi bagian dari agenda yang sengaja dibuat menyenangkan. Melalui pendekatan yang cair dan penuh keceriaan ini, pesan penting tentang keamanan di jalan raya diharapkan dapat tertanam lebih dalam, khususnya bagi anak-anak yang masih dalam masa pertumbuhan.
Rombongan peserta memulai perjalanan dari dua titik kumpul berbeda, yaitu Taman Mataram dan Papa Home Garage. Sepanjang rute, terlihat para ayah berkendara dengan penuh kehati-hatian, sementara anak-anak yang dibonceng tampak antusias dengan perlengkapan riding yang dikenakan. Beragam jenis motor dan apparel yang unik turut menambah warna dalam iring-iringan yang tertib tersebut, menciptakan pemandangan yang cukup menarik di pagi hari.
Edukasi Keselamatan dengan Pendekatan Menyenangkan
Di balik kemeriahan acara, terselip misi utama yang ingin disampaikan para penyelenggara. Mereka berupaya mengubah pola pikir mengenai pentingnya perlindungan bagi anak-anak yang kerap dibonceng.
"Bapak dan Budi Berkendara menjadi bentuk awareness sekaligus bonding untuk para Ayah beserta Anak. Kami ajak mereka untuk menikmati Sabtu pagi menuju IIMS 2026 dengan kemasan yang unik dan tetap mematuhi peraturan lalu lintas di jalan raya. Namun yang utama, kami ingin berikan edukasi helm sejak dini kepada anak-anak agar mereka tahu dan memahami fungsi helm sebagai pengaman kepala," jelas Arif Syahbani, Pemimpin Redaksi NaikMotor.com.
Kekhawatiran serupa juga diungkapkan oleh perwakilan dari komunitas Belajar Helm. Mereka melihat adanya kebutuhan untuk menyampaikan pesan safety riding dengan cara yang berbeda, agar mudah diterima oleh semua kalangan.
"Semakin banyak pemotor yang terkadang cuek dan tidak peduli ketika membawa anak di sepeda motor. Dengan Bapak dan Budi Berkendara, kami ingin memberikan edukasi pentingnya safety riding sejak usia dini, namun dengan cara yang fun dan asyik untuk para anak-anak dan Ayah yaitu lewat Lomba Mewarnai Helm, pembagian doorprize, serta pemilihan Best Costume dan Best Couple," tambah Mexvico.
Lomba Mewarnai Helm Jadi Sorotan
Dari semua kegiatan, Lomba Mewarnai Helm berhasil menjadi pusat perhatian. Dalam sesi ini, anak-anak diberikan helm khusus anak dari merek NJS Kairoz Kids beserta spidol warna untuk berkreasi. Hasil karya mereka tidak dinilai semata-mata dari estetika, tetapi lebih pada proses mengenal dan mengakrabi alat keselamatan tersebut. Yang menarik, helm yang telah diwarnai itu boleh dibawa pulang sebagai hadiah dan pengingat.
Dukungan dari pihak produsen perlengkapan keselamatan pun mengalir. Mereka melihat kegiatan semacam ini sebagai investasi jangka panjang untuk membangun budaya berkendara yang bertanggung jawab.
"Kami mendukung kegiatan Lomba Mewarnai Helm ini karena melihat ini adalah sebuah hal yang sangat positif. Ini juga yang menjadi alasan kami menghadirkan helm anak NJS Kairoz Kids karena kami peduli dengan keselamatan anak-anak saat berkendara," ujar Stefanus, perwakilan dari NJS Helmet dan Sarang Helm.
Secara keseluruhan, program Bapak dan Budi Berkendara berhasil menciptakan ruang dialog yang efektif antara orang tua dan anak mengenai keselamatan. Dengan menggabungkan unsur rekreasi, edukasi, dan bonding keluarga, acara ini menunjukkan bahwa kampanye safety riding bisa dilakukan tanpa kesan menggurui, justru dengan semangat kebersamaan dan kreativitas.
Artikel Terkait
Kedubes Australia Luncurkan Festival Kuliner Taste of Australia 2026 di Jakarta
Pemerintah Proyeksikan Restitusi Pajak 2026 Tak Lampaui Rp300 Triliun
BRIN Buka Pendaftaran Beasiswa S2/S3 Berbasis Riset, Tutup 27 Maret 2026
Badai Salju Lumpuhkan Bandara Jeju, 11.000 Penumpang Terlantar