Operasi Ketupat 2026 Catat Penurunan Fatalitas Kecelakaan Hingga 31 Persen

- Rabu, 01 April 2026 | 19:00 WIB
Operasi Ketupat 2026 Catat Penurunan Fatalitas Kecelakaan Hingga 31 Persen

PARADAPOS.COM - Operasi Ketupat 2026 yang digelar untuk mengamankan arus mudik dan balik Lebaran tahun ini berhasil mencatatkan penurunan angka fatalitas kecelakaan yang signifikan. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo secara resmi memberikan apresiasi atas capaian tersebut dalam sebuah rapat evaluasi, Rabu (1/4), seraya menekankan pentingnya peningkatan pelayanan di masa mendatang.

Apresiasi Kapolri atas Penurunan Angka Kecelakaan

Dalam rapat analisis dan evaluasi (anev) yang dipimpinnya, Kapolri menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran yang terlibat. Pesan ini kemudian disampaikan ulang oleh Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho kepada para anggotanya. Keberhasilan operasi ini, menurut Kapolri, tidak lepas dari sinergi yang kuat antar berbagai sektor dan kesigapan petugas di lapangan.

Irjen Agus Suryonugroho menyampaikan apresiasi dari pimpinan tertinggi Polri tersebut. "Dihaturkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas keberhasilan Operasi Ketupat 2026, yang sore ini disampaikan langsung oleh Bapak Kapolri," tuturnya.

Data Positif: Fatalitas Turun Drastis

Evaluasi mendetail menunjukkan hasil yang cukup menggembirakan. Angka korban meninggal dunia (MD) mengalami penurunan tajam sebesar 31,19 persen, atau setara dengan 136 jiwa lebih sedikit dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Secara keseluruhan, jumlah kasus kecelakaan lalu lintas juga turun 6,31 persen, dari 3.754 menjadi 3.517 kasus.

Penurunan signifikan juga terjadi pada angka luka berat (LB), yakni sebesar 13,8 persen. Data-data ini menjadi indikator nyata bahwa langkah-langkah pencegahan dan pengaturan lalu lintas yang diterapkan berhasil meminimalisir tidak hanya jumlah kejadian, tetapi juga tingkat keparahannya.

Lonjakan Arus dan Efektivitas Rekayasa Lalu Lintas

Pencapaian ini diraih di tengah lonjakan arus kendaraan yang cukup masif. Pada gerbang utama Jakarta, arus keluar mencatatkan lebih dari 3,2 juta kendaraan, naik 18,43 persen dari kondisi normal. Sementara itu, arus balik masuk Jakarta mencapai hampir 3 juta kendaraan, dengan tingkat kepatuhan pemudik untuk kembali diperkirakan mencapai 88,1 persen.

Untuk mengelola arus sebanyak itu, Korlantas Polri melakukan 285 kali intervensi rekayasa lalu lintas. Tindakan ini mencakup pengalihan arus, contraflow, dan sistem satu arah presisi, yang terbukti efektif menjaga kelancaran. Dukungan dari berbagai kebijakan pemerintah, seperti diskon tarif dan program mudik gratis, juga dinilai turut berkontribusi memecah kepadatan.

Arahan Lanjutan: Dari Evaluasi ke Pelayanan Humanis

Meski memberikan apresiasi, Kapolri juga mengingatkan agar jajaran tidak berpuas diri. Beliau meminta dilakukan evaluasi mendalam untuk menyempurnakan pelayanan pada operasi tahun depan. Arahan ini langsung ditindaklanjuti oleh pimpinan Korlantas.

Pasca operasi, fokus diarahkan pada menjaga marwah institusi melalui tugas-tugas lalu lintas sehari-hari. Irjen Agus menekankan pentingnya pendekatan yang dialogis dan super humanis dalam berinteraksi dengan masyarakat.

Beliau menguraikan filosofi pelayanan yang ingin diusung ke depan. "Melalui dialogis-dialogis, superhumanis untuk menciptakan kesadaran berlalu lintas dan menciptakan kamseltibcarlantas (keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas)," jelasnya.

Komitmen untuk menekan angka kecelakaan akan terus diwujudkan dengan mengedepankan program 'Polantas Menyapa dan Melayani'. Dengan demikian, peran petugas tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai edukator yang solutif dan hadir di tengah masyarakat.

Editor: Bagus Kurnia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar