Iran Disebut Mampu Bertahan dari Serangan Gabungan Israel-AS dalam Konflik Berkepanjangan

- Minggu, 17 Mei 2026 | 00:00 WIB
Iran Disebut Mampu Bertahan dari Serangan Gabungan Israel-AS dalam Konflik Berkepanjangan
PARADAPOS.COM - Sebuah analisis yang beredar di kalangan pengamat menyebut Iran mampu bertahan dari gempuran gabungan Israel dan Amerika Serikat dalam dua periode konflik, yaitu Juni 2025 dan Februari hingga April 2026. Bahkan, perlawanan yang dilancarkan disebut-sebut berhasil menghancurkan sejumlah kota di Israel serta pangkalan militer di Timur Tengah. Klaim ini muncul dari seorang pengacara yang dekat dengan lingkaran pemerintah Iran, yang hanya bersedia disebut Nayeb, dalam wawancaranya dengan The Straits Times.

Persiapan Puluhan Tahun

Menurut Nayeb, pemerintah Iran telah memprediksi keterlibatan dalam perang besar sejak puluhan tahun lalu. Prediksi itu, katanya, menjadi dasar bagi Teheran untuk melakukan persiapan secara matang. Persiapan inilah yang kemudian membuat perkiraan Israel dan AS meleset—dari yang awalnya diperhitungkan hanya berlangsung hitungan pekan, kenyataannya perang berlangsung lebih dari satu bulan. Nayeb menambahkan bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah berbicara tentang perang melawan Iran sejak beberapa dekade lalu. Namun, baru pada 2025 Israel melibatkan Amerika Serikat secara langsung. Di sisi lain, Iran mulai mengantisipasi potensi konflik besar sejak invasi AS ke Irak pada 2003 yang menggulingkan Saddam Hussein.

Infrastruktur Tersebar dan Strategi Perang

“Iran telah mempersiapkan ini selama beberapa dekade,” ujar Nayeb, yang menolak memberikan identitas lengkap karena alasan keamanan. Ia menjelaskan bahwa Iran menyebar infrastruktur penting ke berbagai wilayah untuk mempersulit musuh menghancurkannya. Pembangkit listrik, kilang minyak, hingga fasilitas vital lainnya tidak dibangun secara terpusat, melainkan tersebar di sejumlah lokasi. Strategi ini, menurut Nayeb, merupakan bagian dari pendekatan perang yang berakar pada kesabaran dan ketahanan. “Peradaban kuno itu sangat sabar. Bahkan jika mereka menderita, jika memahami punya tujuan berharga, mereka akan melanjutkan perjalanan meski menderita,” tuturnya.

Gencatan Senjata dan Regenerasi Alutsista

Gencatan senjata selama dua pekan yang sempat terjadi memberi kesempatan bagi Israel dan AS untuk mengisi kembali persediaan rudal pencegat yang menipis serta memeriksa peralatan tempur lainnya. Di sisi lain, Iran kemungkinan besar memanfaatkan waktu tersebut untuk menggali dan memperbaiki peluncur rudal yang rusak, sebagai persiapan menghadapi kemungkinan perang berikutnya. Strategi perang Iran dibangun di sekitar pusat-pusat rudal yang dilindungi benteng. Sebagian besar fasilitas ini berada di kawasan pegunungan, tempat gudang senjata roket, persenjataan, dan pabrik perakitan beroperasi.

Kota Rudal dan Kemampuan Regenerasi

Pengamat geopolitik berbasis Teheran, Ali Ahmadi, mengatakan bahwa Iran kerap mengumumkan lokasi-lokasi rudal kepada publik sejak beberapa tahun terakhir. Mulai pertengahan 2000-an, Iran mulai mengimpor alat penggali untuk membangun terowongan metro serta tempat persembunyian program nuklir dan rudal. Menurut Ahmadi, beberapa kota rudal bahkan dilengkapi pabrik sendiri. Hal ini memberi Iran kemampuan untuk meregenerasi senjata yang telah digunakan atau hancur tanpa terdeteksi oleh satelit musuh. “Ini adalah sesuatu yang telah menjadi bagian dari proses pembangunan Iran selama bertahun-tahun,” katanya.

Editor: Laras Wulandari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar