Tim SAR Evakuasi Dua Nelayan Karimun yang Hanyut ke Perairan Malaysia

- Minggu, 12 April 2026 | 17:25 WIB
Tim SAR Evakuasi Dua Nelayan Karimun yang Hanyut ke Perairan Malaysia

PARADAPOS.COM - Tim gabungan pencarian dan pertolongan (SAR) berhasil mengevakuasi dua nelayan asal Karimun, Kepulauan Riau, yang hanyut hingga ke perairan Malaysia setelah kapal mereka mengalami kerusakan mesin. Operasi penyelamatan yang melibatkan koordinasi lintas batas negara ini berakhir sukses dengan kedua korban ditemukan dalam kondisi selamat dan sehat.

Kronologi Kapal Terseret Arus

Kejadian bermula pada Sabtu (11/4) malam. Saat melaut di perairan Tokong Hiu, Kabupaten Karimun, kapal yang ditumpangi Supianto dan Zulkifli tiba-tiba mengalami gangguan mesin. Kapal yang sudah tak berkendali itu kemudian diterpa cuaca buruk dan hujan deras.

Fazzli, Kepala Kantor SAR Kelas A Tanjungpinang, menjelaskan kondisi alam yang ganas itu membuat kapal terseret arus jauh dari posisi semula.

"Kondisi cuaca buruk dan hujan deras menyebabkan kapal kehilangan kendali hingga terseret arus sejauh 20,73 mil laut ke wilayah Kukup, Malaysia," jelasnya di Tanjungpinang, Minggu malam.

Koordinasi Intensif Lintas Negara

Informasi darurat baru diterima kantor SAR pada hari Minggu, berdasarkan laporan dari Ketua Nelayan setempat yang disampaikan Polair Polres Karimun. Menyadari urgensi situasi, tim penyelamat dari Pos SAR Tanjung Balai Karimun segera bergerak. Langkah pertama yang krusial adalah membangun komunikasi intensif dengan pihak berwenang Malaysia.

Melalui saluran Precom dan Excom, mereka berkoordinasi dengan Polair Karimun dan MRCC Johor di Malaysia untuk memperoleh izin masuk ke wilayah perairan mereka. Proses diplomasi dan koordinasi ini menjadi kunci agar evakuasi dapat segera dilakukan tanpa kendala birokrasi.

Operasi Evakuasi yang Lancar

Setelah izin diperoleh, tim penyelamat segera bertolak menggunakan speedboat milik Polair Karimun pada pukul 17.00 WIB. Perjalanan menuju lokasi korban yang telah berada di wilayah Malaysia berjalan sesuai rencana.

Berkat koordinasi yang solid, tim berhasil merapat ke posisi kedua nelayan pada pukul 18.53 WIB. Proses evakuasi pun segera dilaksanakan. Kurang dari satu jam kemudian, tepatnya pukul 19.55 WIB, seluruh proses pemindahan korban dari perairan Malaysia kembali ke Indonesia dinyatakan selesai.

Fazzli kemudian melaporkan keberhasilan tahap akhir operasi tersebut.

"Rombongan tiba dengan selamat di Pelabuhan Tanjung Balai Karimun pada pukul 20.15 WIB. Kedua korban langsung diserahterimakan kepada pihak keluarga dalam kondisi stabil," ungkapnya.

Misi Kemanusiaan Berakhir Sukses

Operasi SAR yang penuh ketelitian ini secara resmi ditutup setelah dilakukan debriefing pada pukul 21.00 WIB. Seluruh personel yang terlibat, baik dari Indonesia maupun pihak Malaysia yang memfasilitasi, kemudian kembali ke satuan masing-masing. Keberhasilan misi ini tidak hanya menandai penyelamatan dua nyawa, tetapi juga menunjukkan efektivitas kolaborasi dan respons cepat dalam situasi darurat di laut, di mana setiap detik sangat berharga.

Editor: Paradapos.com

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar