PERBASI Panggil Penyelenggara Campus League Usai Pemain Alami Cedera Pelipis di Semifinal

- Minggu, 31 Mei 2026 | 19:50 WIB
PERBASI Panggil Penyelenggara Campus League Usai Pemain Alami Cedera Pelipis di Semifinal
PARADAPOS.COM - Dewan Pengurus Pusat Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (DPP PERBASI) resmi memanggil penyelenggara Campus League untuk meminta klarifikasi terkait insiden cedera yang menimpa seorang pemain Institut Perbanas Jakarta dalam laga semifinal Campus League Basketball Regional Jakarta. Insiden terjadi pada Sabtu (30/5) di Basketball Court Universitas Pelita Harapan (UPH), Tangerang, Banten, ketika pemain tersebut terjatuh dan tertimpa lawan saat berebut bola, mengakibatkan retak pada bagian pelipis. Pemanggilan dilakukan melalui rapat daring pada Minggu (31/5) yang dipimpin Sekretaris Jenderal DPP PERBASI Nirmala Dewi.

Kronologi dan Respons Awal Penyelenggara

Pertandingan semifinal antara Institut Perbanas Jakarta melawan Bina Nusantara berlangsung sengit. Namun, suasana berubah tegang ketika seorang pemain Perbanas terjatuh dan tertimpa pemain Binus saat memperebutkan bola. Benturan keras dengan permukaan lapangan menyebabkan cedera serius di bagian pelipis. Hasil pemeriksaan medis mengonfirmasi adanya retak pada tulang pelipis pemain tersebut. Menanggapi kejadian itu, DPP PERBASI langsung bergerak cepat. Dalam rapat daring yang digelar keesokan harinya, Nirmala Dewi menegaskan komitmen organisasi terhadap keselamatan atlet. “Kami memanggil panitia pelaksana Campus League Basketball Regional Jakarta untuk memberikan penjelasan atas kejadian tersebut. Kami sangat berkomitmen memberikan rasa aman dan nyaman bagi atlet agar merasa terlindungi ketika berada di lapangan,” ujar Nirmala dalam pernyataan yang dikutip pada Minggu (31/5). Rapat tersebut dihadiri oleh jajaran pengurus DPP PERBASI, termasuk Wakil Ketua Umum Bidang SDM Christopher Tanuwidjaja, Wakil Ketua Umum Zona Jawa Grace Evi Ekawati, dan Technical Delegate Abdul Rozak. Dari pihak Campus League, hadir CEO Ryan Gozali bersama Head of Competition & Talent Development Dave Leopold.

Apresiasi dan Sorotan terhadap Koordinasi Daerah

Meski menyoroti insiden tersebut, DPP PERBASI tidak menutup mata terhadap respons cepat panitia. Nirmala menyampaikan apresiasi atas penanganan medis yang diberikan kepada atlet yang cedera. “DPP PERBASI mengapresiasi langkah cepat panitia yang langsung memberikan pelayanan maksimal untuk atlet yang mengalami cedera dengan fasilitas VIP dalam perawatan di rumah sakit,” tuturnya. Namun, di luar insiden di lapangan, DPP PERBASI juga mengingatkan pentingnya koordinasi antara penyelenggara kompetisi dan pengurus PERBASI di daerah. Menurut Nirmala, setiap kegiatan yang telah memperoleh rekomendasi dari DPP PERBASI tetap harus melibatkan pengurus daerah atau DPD di wilayah terkait. Hal ini dinilai krusial untuk memastikan standar keamanan dan pengawasan berjalan optimal.

Klarifikasi dari Pihak Campus League

Menanggapi pemanggilan tersebut, CEO Campus League Ryan Gozali menyambut baik langkah DPP PERBASI. Ia memberikan klarifikasi terkait kondisi lapangan yang sempat menjadi sorotan. Ryan menegaskan bahwa permukaan lapangan di UPH bukan beton murni, melainkan menggunakan Plexipave Cushion System, yaitu sistem lapisan peredam benturan yang lazim dipakai di berbagai fasilitas olahraga internasional. “Kualitas permukaan lapangan dilapisi menggunakan Plexipave Cushion System. Jadi tidak benar jika permukaan lapangan beton murni,” jelas Ryan. Ia menambahkan bahwa proses finishing lapangan melalui enam tahapan pelapisan, mulai dari lapisan dasar, leveling polymer, rubber silica compound, acrylic sealer, hingga top coat. Semua tahapan ini dirancang untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan atlet saat bertanding. Ryan juga menjelaskan bahwa sebelum menentukan venue, Campus League telah berkoordinasi dengan technical delegate DPP PERBASI serta pihak Universitas Pelita Harapan untuk memastikan kelayakan arena. Selain itu, pihaknya mengikuti keinginan keluarga korban terkait lokasi perawatan medis. “Setelah berdiskusi dengan orang tua, kami mengikuti keinginan mereka agar anaknya dirawat di rumah sakit dekat tempat tinggalnya. Semua perawatan kami tanggung dengan fasilitas VIP,” ungkap Ryan.

Komitmen Campus League terhadap Standar Global

Campus League sendiri menegaskan komitmennya menggelar pertandingan di lingkungan kampus sebagai bagian dari upaya mendorong perguruan tinggi memiliki fasilitas olahraga berstandar global dan ramah siaran. Kompetisi ini sebelumnya telah berlangsung di sejumlah kampus, seperti Universitas Islam Indonesia Yogyakarta, Universitas Negeri Jakarta, Universitas Negeri Surabaya, hingga Universitas Pendidikan Indonesia Bandung. Dengan adanya insiden ini, publik menanti langkah konkret dari semua pihak untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang. Keselamatan atlet, bagaimanapun, harus menjadi prioritas utama dalam setiap kompetisi olahraga.

Editor: Paradapos.com

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar