Puluhan Veteran AS Ditangkap Usai Protes Damai Antiperang di Capitol Hill

- Selasa, 21 April 2026 | 11:50 WIB
Puluhan Veteran AS Ditangkap Usai Protes Damai Antiperang di Capitol Hill

PARADAPOS.COM - Sekitar enam puluh veteran militer Amerika Serikat dan anggota keluarga mereka ditangkap di Capitol Hill, Washington, pada Senin (20/4/2026), usai menggelar aksi protes damai menentang perang AS-Israel melawan Iran. Aksi yang melibatkan upacara penghormatan bagi korban jiwa dari kedua belah pihak itu berakhir dengan penangkapan massal oleh aparat Kepolisian Capitol dengan tuduhan pembangkangan sipil.

Aksi Damai dan Penangkapan Massal di Capitol Hill

Para peserta, yang sebagian besar masih mengenakan atribut militer mereka, berkumpul dengan tenang di rotunda Cannon House Office Building. Mereka membentangkan spanduk berisi seruan penghentian perang, sebuah pemandangan yang kontras di tengah hiruk-pikuk pusat politik Amerika. Suasana hening menyelimuti ruangan saat mereka menggelar upacara pelipatan bendera secara khidmat, sebuah ritual militer untuk menghormati rekan-rekan mereka yang gugur di medan perang.

Tak hanya itu, sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan, para veteran juga menaburkan bunga tulip merah. Bunga-bunga itu menjadi simbol pengakuan atas ribuan nyawa warga sipil Iran yang menjadi korban sejak konflik bersenjata memanas pada akhir Februari lalu. Meski aksi berlangsung tertib dan penuh disiplin, pihak berwenang akhirnya membubarkan protes dan membawa sekitar lima lusin peserta untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Suara Veteran yang Menolak Perang

Di antara mereka yang ditahan terdapat sejumlah tokoh aktivis perdamaian, termasuk Mike Prysner, seorang veteran dan Direktur Eksekutif Center on Conscience and War. Prysner sempat menyampaikan pandangannya secara tegas sebelum dibawa oleh petugas.

“Perang ini sudah sangat tidak populer dan menjadi krisis bagi pemerintahan (Presiden Donald) Trump,” tuturnya. Ia menambahkan bahwa gelombang penolakan dari dalam tubuh militer sendiri semakin nyata.

Prysner mengungkapkan, setidaknya lebih dari seratus anggota militer telah secara resmi mengajukan status sebagai penolak wajib militer. Menurut analisisnya, tren semacam ini berpotensi menciptakan tekanan politik yang signifikan terhadap pemerintah untuk mengubah kebijakan militernya.

Pesan Moral untuk Prajurit yang Masih Aktif

Aksi ini juga dimaknai sebagai seruan langsung kepada prajurit yang masih bertugas di lapangan. Tyler Romero, salah satu peserta veteran, menyampaikan pesan yang dalam dan personal tentang tanggung jawab moral setiap individu dalam seragam.

“Ini adalah momen paling penting dalam hidup kita, dan pilihan yang kalian ambil sangat berarti,” ujarnya. Romero mengingatkan bahwa keputusan untuk terlibat dalam konflik bersenjata hanya akan memperpanjang rantai penderitaan dan korban jiwa di kedua sisi.

Protes ini tidak muncul secara spontan, melainkan digerakkan oleh sebuah koalisi solid yang terdiri dari organisasi veteran seperti About Face dan Veterans For Peace, serta kelompok masyarakat sipil seperti Common Defense. Dukungan juga datang dari keluarga-keluarga prajurit yang lelah melihat konflik berkepanjangan, menunjukkan bahwa keresahan terhadap perang telah merambah ke berbagai lapisan masyarakat.

Editor: Yoga Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar