Pemerintah Antisipasi Gelombang PHK Akibat Konflik Global, Perluas Program Magang dan Vokasi

- Minggu, 17 Mei 2026 | 09:25 WIB
Pemerintah Antisipasi Gelombang PHK Akibat Konflik Global, Perluas Program Magang dan Vokasi
PARADAPOS.COM - Jakarta, 17 Mei 2026 – Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menyatakan bahwa pemerintah tengah mengantisipasi potensi gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) yang dipicu oleh memanasnya situasi geopolitik global, khususnya konflik di Timur Tengah. Dengan tingkat pengangguran nasional yang saat ini mencapai 7,4 juta orang atau setara 4,3 persen dari total penduduk, langkah antisipatif dinilai krusial untuk menjaga stabilitas lapangan pekerjaan di tengah tekanan ekonomi dunia.

Antisipasi PHK di Tengah Ketidakpastian Global

Dalam pernyataannya di Jakarta, Afriansyah menekankan bahwa dampak perang global tidak bisa diabaikan. Menurutnya, konflik yang terjadi saat ini memberikan tekanan signifikan terhadap perekonomian berbagai negara, termasuk Indonesia. "Kita segera mengantisipasi terjadinya PHK yang bisa membuat banyaknya pengangguran yang ada di Indonesia," kata Afriansyah. Ia menambahkan bahwa pemerintah terus memantau secara ketat perkembangan kondisi geopolitik dunia. Langkah ini diambil untuk mencegah meningkatnya angka PHK di berbagai sektor industri nasional yang rentan terhadap gejolak eksternal. "Kita juga sekarang pada tahap kondisi global dunia, perang, ini berdampak kepada semua negara termasuk Indonesia," ujar dia.

Perkuat Program Ketenagakerjaan Nasional

Menghadapi tantangan tersebut, pemerintah tidak hanya bersikap defensif. Sejumlah program ketenagakerjaan justru diperkuat untuk membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat. Afriansyah menjelaskan bahwa langkah ini bertujuan membantu masyarakat tetap memperoleh pekerjaan di tengah dinamika ekonomi yang berubah cepat. Salah satu andalan adalah perluasan program Magang Nasional. Kuota peserta program ini dinaikkan secara signifikan dari 100 ribu menjadi 150 ribu orang pada tahun 2026. "Jadi untuk tahun 2026, Bapak Presiden (Prabowo Subianto) melalui Kementerian Ketenagakerjaan juga membuka insyaallah lowongan sekitar 150 ribu, jadi dari 100 ribu naik menjadi 150 ribu," jelas Afriansyah. Program ini dirancang untuk membantu lulusan baru mendapatkan pengalaman kerja dan meningkatkan keterampilan agar lebih siap menghadapi kebutuhan industri yang kompetitif.

Pelatihan Vokasi dan Insentif bagi Peserta

Selain magang, pemerintah juga membuka akses pelatihan vokasi nasional. Program ini menyasar lulusan SMA dan SMK melalui balai-balai pelatihan kerja yang tersebar di berbagai daerah. Tujuannya jelas: memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia secara berkelanjutan. "Itu membuka (kuota) 70 ribu pelatihan, silakan mendaftar dan mengikuti. Pendaftarannya di aplikasi SIAPKerja. Di situlah nanti teman-teman bisa ikut mendaftar di magang hub, kemudian juga ikut di vokasi nasional atau pelatihan vokasi nasional," kata Afriansyah. Ia juga merinci insentif yang akan diterima peserta. "Di situ nanti diberikan insentif itu per hari untuk uang sakunya Rp20 ribu, terus pelatihannya gratis selama bisa mengikuti dengan baik dan mendapatkan sertifikasi dari negara," tambah Wamenaker. Pemerintah meyakini bahwa kekuatan ekonomi rakyat menjadi fondasi utama dalam menghadapi tekanan global. Oleh karena itu, penguatan pelatihan kerja dan penempatan tenaga kerja terus diperluas ke berbagai daerah di Indonesia.

Editor: Bagus Kurnia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler