Kongres Fatah: Putra Mahmoud Abbas Masuk Komite Pusat, Marwan Barghouti Pimpin Perolehan Suara

- Minggu, 17 Mei 2026 | 10:50 WIB
Kongres Fatah: Putra Mahmoud Abbas Masuk Komite Pusat, Marwan Barghouti Pimpin Perolehan Suara
PARADAPOS.COM - Kongres Fatah yang digelar serentak di empat kota melahirkan sejumlah perubahan di jajaran kepemimpinan. Putra Presiden Palestina Mahmoud Abbas, Yasser Abbas, berhasil merebut kursi di komite pusat, badan pengambil keputusan tertinggi gerakan tersebut. Pemilihan yang berlangsung di Ramallah, Gaza, Kairo, dan Beirut ini diikuti oleh 2.507 pemilih dengan tingkat partisipasi mencapai 94,64 persen. Sementara itu, tokoh Fatah yang dipenjara, Marwan Barghouti, justru memimpin perolehan suara sementara dengan jumlah tertinggi. Yasser Abbas, seorang pengusaha berusia 64 tahun yang menghabiskan sebagian besar hidupnya di Kanada, mengamankan tempat di komite pusat. Ia sebelumnya telah diangkat sebagai "wakil khusus" ayahnya sekitar lima tahun lalu. Kursi yang diraihnya ini menjadi salah satu sorotan dalam kongres pertama yang digelar dalam beberapa tahun terakhir.

Barghouti dan Rajoub Pertahankan Posisi

Marwan Barghouti, pemimpin Fatah yang mendekam di penjara Israel, memimpin hasil sementara dengan mempertahankan kursinya di komite pusat. Ia memperoleh jumlah suara tertinggi, menurut data yang dihimpun dari sumber internal. Jibril Rajoub juga terpilih kembali sebagai sekretaris jenderal komite. Posisi ini telah dipegangnya sejak 2017. Selain itu, Wakil Presiden Palestina Hussein Al-Sheikh, wakil pemimpin Fatah Mahmoud Al-Aloul, dan mantan kepala intelijen Palestina Tawfiq Tirawi juga berhasil mempertahankan kursi mereka.

Wajah Baru dan Keterwakilan Perempuan

Di antara pendatang baru yang menonjol adalah Zakaria Zubeidi. Pria berusia 50 tahun ini merupakan mantan komandan Brigade Martir Al-Aqsa, sayap bersenjata Fatah di kamp pengungsi Jenin. Ia dibebaskan dari penjara Israel tahun lalu berdasarkan kesepakatan pertukaran tahanan dengan Hamas. Kongres juga mencatat keterwakilan perempuan. Dua kandidat perempuan berhasil memenangkan kursi, termasuk gubernur Ramallah Laila Ghannam.

Persaingan Ketat dan Proses Penghitungan

Sebanyak 59 kandidat bersaing memperebutkan 18 kursi di komite pusat. Sementara itu, 450 kandidat lainnya berlomba untuk mengisi 80 kursi di dewan revolusioner, yang merupakan parlemen partai. Penghitungan suara untuk dewan revolusioner masih berlangsung hingga berita ini diturunkan. Kongres tiga hari tersebut dibuka pada hari Kamis. Dalam pembukaannya, Mahmoud Abbas terpilih kembali sebagai kepala gerakan Fatah.

Janji Reformasi di Tengah Tekanan

Dalam pidato pembukaannya, Abbas berjanji untuk melanjutkan reformasi dan mengadakan pemilihan presiden serta parlemen yang telah lama tertunda. Janji ini muncul di tengah tekanan internasional yang meningkat. Abbas dan Otoritas Palestina saat ini berada di bawah sorotan tajam. Tuduhan korupsi dan stagnasi politik yang meluas telah mengikis legitimasi mereka di kalangan warga Palestina. Tekanan untuk menerapkan reformasi dan menggelar pemilu semakin kuat.

Dinamika Politik Fatah dan Tantangan ke Depan

Fatah secara historis merupakan kekuatan dominan dalam Organisasi Pembebasan Palestina (PLO). Organisasi ini mengelompokkan sebagian besar faksi Palestina, tetapi tidak termasuk gerakan Islamis Hamas dan Jihad Islam. Dalam beberapa dekade terakhir, popularitas dan pengaruh Fatah mengalami penurunan. Perpecahan internal dan meningkatnya frustrasi publik atas stagnasi proses perdamaian Israel-Palestina menjadi faktor utama. Rasa kecewa ini kemudian mendorong lonjakan dukungan bagi Hamas. Saingan mereka itu meraih keuntungan politik besar di Tepi Barat yang diduduki pada pemilihan umum tahun 2006. Hamas memenangkan pemilu dengan mudah, sebelum kemudian mengusir Fatah dari Jalur Gaza hampir sepenuhnya setelah serangkaian pertempuran antar faksi.

Editor: Reza Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar