PARADAPOS.COM - Amnesty International Indonesia mendesak pemerintah untuk mengambil langkah tegas menyusul temuan terbaru mengenai dugaan pembersihan etnis terhadap warga Palestina di Tepi Barat. Desakan ini disampaikan dalam peluncuran laporan Amnesty International di Jakarta, Rabu, 10 Juni 2026. Organisasi hak asasi manusia itu menilai Indonesia memiliki posisi strategis karena saat ini memegang kepemimpinan di Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (HAM PBB).
Desakan Langkah Konkret dari Jakarta
Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid, mengungkapkan bahwa situasi kemanusiaan di Palestina terus memburuk, baik di Gaza maupun Tepi Barat. Menurutnya, laporan terbaru organisasi tersebut menunjukkan adanya peningkatan pengusiran paksa terhadap komunitas Bedouin dan penggembala Palestina sepanjang 2023 hingga 2025.
"Indonesia harus mengambil langkah yang tegas," ujar Usman saat menanggapi temuan laporan tersebut.
Ia menambahkan bahwa kepemimpinan Indonesia di Dewan HAM PBB merupakan kesempatan yang perlu dimanfaatkan secara maksimal. Momentum ini dinilai penting untuk mendorong mekanisme internasional yang dapat meningkatkan perlindungan terhadap warga Palestina.
Memanfaatkan Instrumen Dewan HAM PBB
Amnesty International juga meminta Indonesia menggunakan berbagai instrumen yang tersedia di bawah Dewan HAM PBB. Beberapa di antaranya termasuk pelapor khusus yang menangani hak hidup, hak atas pangan, serta perlindungan terhadap penahanan sewenang-wenang. Langkah itu dinilai penting untuk menyoroti dampak yang dialami masyarakat Palestina di wilayah pendudukan.
Usman Hamid pun mendorong Indonesia untuk mengajukan gugatan terhadap Israel ke Mahkamah Internasional atau International Court of Justice (ICJ) terkait pendudukan wilayah Palestina.
“Langkah tersebut dapat memperkuat tekanan internasional agar putusan dan pendapat hukum ICJ tidak terus diabaikan,” kata Usman.
Dari Pernyataan Politik ke Tindakan Hukum
Amnesty menilai tindakan yang lebih konkret diperlukan agar dukungan Indonesia terhadap kemerdekaan Palestina tidak berhenti pada pernyataan politik semata. Organisasi tersebut menekankan pentingnya mewujudkan dukungan itu melalui langkah hukum dan diplomasi internasional yang terukur.
Di tengah eskalasi ketegangan di kawasan, desakan ini menjadi pengingat bahwa peran Indonesia di panggung global tidak hanya soal retorika, tetapi juga aksi nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat yang terdampak. (Keysa Qanita)
Editor: Joko Susilo
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Hakim: Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS Bukan Operasi Intelijen TNI, Murni Motif Pribadi
75.266 Desa Didorong Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi dan Ketahanan Pangan Nasional
Brasil, Maroko, Skotlandia, dan Haiti Bersaing di Grup C Piala Dunia 2026
KPK Amankan Lima ASN BPK dalam OTT Suap Pengadaan Smart Board Muara Enim