Polri Libatkan 33 Polda dalam Lomba Kampung Bebas Narkoba dan 36 Polda untuk Ketahanan Pangan di HUT ke-80 Bhayangkara

- Selasa, 11 Agustus 2026 | 17:25 WIB
Polri Libatkan 33 Polda dalam Lomba Kampung Bebas Narkoba dan 36 Polda untuk Ketahanan Pangan di HUT ke-80 Bhayangkara

PARADAPOS.COM - Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menggelar puncak Malam Apresiasi Kreasi dalam rangka memperingati HUT ke-80 Bhayangkara. Acara yang berlangsung di Gedung Tribrata Dharmawangsa, Jakarta, pada Selasa, 11 Agustus 2026, ini menjadi ajang penguatan program kemasyarakatan melalui Lomba Kampung Bebas dari Narkoba dan program Ketahanan Pangan. Sebanyak 33 Polda berpartisipasi dalam lomba kampung bebas narkoba, sementara 36 Polda terlibat dalam berbagai kategori lomba ketahanan pangan. Jakarta, 11 Agustus 2026 — Di tengah hiruk-pikuk persiapan perayaan hari jadi Polri, suasana di Gedung Tribrata Dharmawangsa terasa berbeda. Para pejabat utama dan tamu undangan tampak antusias mengikuti rangkaian acara yang tidak hanya bertumpu pada seremoni, tetapi juga pada capaian nyata di lapangan. Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko, hadir memberikan keterangan pers di sela-sela acara puncak tersebut. Lomba Kampung Bebas Narkoba: Jangkauan hingga Akar Rumput Brigjen Trunoyudo memaparkan bahwa lomba Kampung Bebas dari Narkoba yang digagas oleh Bareskrim Polri ini merupakan wujud nyata pendekatan pencegahan yang menyentuh langsung wilayah permukiman warga. Partisipasinya terbilang masif, melibatkan hampir seluruh jajaran kewilayahan. "Lomba Kampung Bebas dari Narkoba oleh Bareskrim Polri, ini diikuti oleh seluruh Polda, ada 33, dengan masing-masing Polda diwakili oleh 1 kelurahan dengan jumlah penduduk 367.742," jelasnya di Gedung Tribrata Dharmawangsa, Jakarta, Selasa, 11 Agustus 2026. Angka tersebut menunjukkan skala intervensi yang cukup luas. Jika ditotal, jumlah penduduk yang tersentuh program ini mencapai lebih dari 367 ribu jiwa, sebuah capaian yang tidak bisa dianggap remeh dalam upaya membentengi masyarakat dari bahaya laten narkoba. Ketahanan Pangan: Lebih dari Sekadar Program Sampingan Tak hanya fokus pada pemberantasan narkoba, Polri juga menunjukkan keseriusannya dalam mendukung program strategis nasional. Trunoyudo melanjutkan, penguatan ketahanan pangan dilakukan secara paralel dan melibatkan puluhan polda di seluruh Indonesia. Ini menegaskan bahwa kehadiran polisi di tengah masyarakat tidak melulu soal penegakan hukum. "Bidang ketahanan pangan oleh SSOP/SSDM Polri dengan peserta 36 Polda secara internal, yaitu ada lomba pada kategori penambahan lahan dan produksi jagung. Kemudian ada lomba serapan jagung Bulog, dan juga manajemen media ketahanan pangan serta lomba inovasinya," ungkap Trunoyudo. Beragam kategori lomba tersebut dirancang untuk mendorong inovasi dan produktivitas di tingkat satuan kerja. Mulai dari perluasan lahan, peningkatan hasil panen, hingga memastikan distribusi hasil pertanian terserap dengan baik oleh Bulog. Hal ini menunjukkan pendekatan yang holistik, dari hulu hingga hilir. Sinergi Membangun Dampak Sosial-Ekonomi Langkah strategis ini diambil dengan pertimbangan matang. Polri ingin memastikan bahwa kehadirannya di tengah masyarakat memberikan dampak yang lebih luas, tidak hanya dalam hal keamanan, tetapi juga kesejahteraan sosial dan ekonomi. Program-program ini dirancang untuk menjadi solusi atas dua persoalan besar sekaligus: ancaman narkoba dan kerawanan pangan. "Tentu saja karya-karya ini lahir dari kegiatan yang bersama-sama dengan negara secara representatif juga khususnya adalah Polri bersama seluruh elemen masyarakat," tegas Trunoyudo. Pernyataan tersebut menggarisbawahi pentingnya kolaborasi. Keberhasilan program ini tidak lepas dari sinergi antara Polri, pemerintah daerah, dan elemen masyarakat lainnya. Ini adalah kerja kolektif yang hasilnya diharapkan dapat dirasakan langsung oleh warga. Dengan menguatkan program berbasis komunitas semacam ini, Polri optimistis mampu menciptakan lingkungan yang tidak hanya aman dari ancaman narkoba, tetapi juga mandiri dalam hal pangan. Optimisme ini bukan tanpa dasar, mengingat antusiasme dan partisipasi aktif dari seluruh jajaran polda dalam ajang bergengsi ini.

Editor: Yuli Astuti

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar