Ben Gvir Serukan Gaza Dikosongkan Permanen dan Diganti Permukiman Israel

- Selasa, 18 Agustus 2026 | 02:01 WIB
Ben Gvir Serukan Gaza Dikosongkan Permanen dan Diganti Permukiman Israel

PARADAPOS.COM - Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben Gvir, kembali memicu kontroversi dengan menyerukan pengosongan permanen Jalur Gaza dan penggantiannya dengan permukiman baru Israel. Pernyataan tegas itu ia sampaikan dalam sebuah podcast bersama Rom Braslavski, mantan tawanan Israel yang pernah ditahan di Gaza, pada Minggu (16/8/2026). Lebih jauh, Ben Gvir bahkan menegaskan bahwa seluruh wilayah Gaza harus menjadi milik Israel, sebuah sikap yang langsung menuai kekhawatiran akan potensi pengusiran paksa terhadap jutaan warga Palestina yang menghuni daerah tersebut.

Seruan ini bukan sekadar wacana belaka. Ben Gvir, yang dikenal sebagai politikus sayap kanan radikal, secara eksplisit menghendaki pembangunan permukiman Israel di atas tanah yang saat ini menjadi rumah bagi warga Palestina. Ia berulang kali menegaskan bahwa wilayah tersebut akan sepenuhnya berada di bawah kendali Israel, sebuah visi yang bertolak belakang dengan upaya internasional untuk mencari solusi damai.

Seruan Kontroversial dan Ancaman Hukum Internasional

Pernyataan Ben Gvir ini langsung memicu gelombang kekhawatiran di kalangan pengamat dan pakar hukum. Pasalnya, gagasan pengosongan paksa suatu wilayah berpenduduk secara sistematis dapat dikategorikan sebagai pelanggaran berat hukum internasional. Para pakar sebelumnya telah memperingatkan bahwa tindakan semacam ini, tergantung pada keadaan dan pembuktiannya, bisa digolongkan sebagai pembersihan etnis. Kekhawatiran ini bukan tanpa dasar, mengingat retorika yang dilontarkan oleh Ben Gvir kerap kali bernada provokatif dan dehumanisasi terhadap warga Gaza.

Dalam kesempatan yang sama, politikus ekstrem tersebut bahkan melontarkan seruan yang lebih brutal. Ia secara terang-terangan meminta militer Israel untuk membunuh puluhan warga Gaza setiap malamnya. Seruan ini semakin mempertegas sikapnya yang tidak sejalan dengan kebijakan pemerintah yang sedang berupaya meredakan ketegangan.

Pernyataan Kontroversial di Tengah Negosiasi Gencatan Senjata

“Ada orang-orang di sana yang tidak layak hidup. Mereka seharusnya tidak hidup. Mereka bahkan bukan manusia,” kata Ben Gvir kepada Braslavski dalam podcast tersebut.

Pernyataan tersebut menjadi kontroversi terbaru yang dilontarkan Ben Gvir di tengah situasi perang yang masih berkecamuk. Sikapnya ini secara terang-terangan berseberangan dengan keputusan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu yang disebut-sebut tengah mengurangi intensitas serangan militer di Gaza, sejalan dengan proposal gencatan senjata yang sedang dibahas. Alih-alih mendukung upaya de-eskalasi, Ben Gvir justru mendorong peningkatan serangan dan pembunuhan warga Gaza.

Meski menjabat sebagai Menteri Keamanan Nasional dan menjadi bagian dari kabinet keamanan Israel, perlu dicatat bahwa Ben Gvir tidak memiliki kewenangan langsung untuk memerintahkan militer melakukan serangan ke Gaza. Namun, pengaruh politiknya yang kuat dan retorikanya yang keras kerap kali menjadi sorotan dan dinilai mampu memanaskan situasi di lapangan.

Editor: Annisa Rachmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar