Kekejaman Perang Sudan: Pembantaian dan Pemerkosaan Massal di El Fasher 2025

- Jumat, 31 Oktober 2025 | 03:00 WIB
Kekejaman Perang Sudan: Pembantaian dan Pemerkosaan Massal di El Fasher 2025

Kekejaman Perang Sudan: Pembantaian dan Pemerkosaan Massal di El Fasher

Konflik bersenjata di Sudan mencapai puncak kekejaman dengan serangan mematikan oleh pasukan pemberontak Rapid Support Forces (RSF) terhadap warga sipil di Kota El Fasher, Darfur. Laporan terbaru mengungkap pembunuhan massal dan pemerkosaan sistematis terhadap perempuan dan anak-anak yang menandai tragedi kemanusiaan terburuk sejak perang saudara pecah tahun 2023.

Korban Jiwa Mencapai Ribuan dalam Serangan RSF

Berdasarkan data Jaringan Dokter Sudan, sedikitnya 1.500 warga sipil tewas hanya dalam 3 hari akibat serangan RSF yang berusaha merebut kendali El Fasher dari pasukan pemerintah. Sementara otoritas Sudan menyatakan jumlah korban tewas mencapai 2.000 orang sejak 26 Oktober 2025.

"Para pemberontak mengeksekusi warga di sepanjang jalur pelarian dan menggerebek rumah-rumah untuk membunuh siapa pun yang mereka temukan," jelas pernyataan resmi lembaga tersebut.

Pembantaian di Rumah Sakit dan Eksekusi Massal

Bukti visual yang beredar di media sosial menunjukkan anggota RSF menembaki warga sipil yang berusaha menyelamatkan diri. Menurut jurnalis Al Jazeera Hiba Morgan, rekaman terbaru memperlihatkan pemandangan mengerikan dimana pemberontak memasuki Rumah Sakit Saudi di El Fasher dan mengeksekusi pasien secara sistematis di dalam bangsal.

"Video terbaru dan paling meresahkan menunjukkan para pemberontak membunuh pasien di dalam rumah sakit," kata Morgan. Diperkirakan lebih dari 460 orang tewas di Rumah Sakit Bersalin Saudi, termasuk tenaga medis dan relawan kemanusiaan.

WHO Kecam Tragedi Kemanusiaan di Sudan

Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus, menyatakan keterkejutannya atas laporan kekejaman tersebut dan menyebut situasi di El Fasher sebagai "tragedi kemanusiaan yang tak terbayangkan."

Pemerkosaan Sistematis terhadap Perempuan dan Anak-anak

Selain pembunuhan massal, berbagai organisasi kemanusiaan melaporkan kasus pemerkosaan meluas terhadap perempuan dan anak-anak oleh anggota RSF. Korban berasal dari warga sipil yang gagal melarikan diri saat kota diserang.

Para saksi mata menggambarkan bagaimana perempuan yang tertangkap sering dipaksa keluar dari rumah atau tempat persembunyian, kemudian mengalami kekerasan seksual secara brutal oleh pejuang RSF.

"Kami menerima laporan kredibel tentang kekerasan seksual meluas terhadap perempuan, termasuk anak di bawah umur," ungkap Jaringan Dokter Sudan. Kekerasan ini diduga dilakukan secara sistematis untuk menebar teror dan mempermalukan komunitas lokal, mengingatkan pada taktik yang digunakan milisi Janjaweed - cikal bakal RSF - selama konflik Darfur di awal 2000-an.

Editor: Bagus Kurnia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar