Menko Polkam Serahkan 104 Huntap Siap Huni untuk Korban Bencana Aceh Utara

- Minggu, 15 Maret 2026 | 17:25 WIB
Menko Polkam Serahkan 104 Huntap Siap Huni untuk Korban Bencana Aceh Utara

PARADAPOS.COM - Sebanyak 104 unit hunian tetap (huntap) resmi diserahkan kepada warga terdampak bencana hidrometeorologi di Kabupaten Aceh Utara. Peresmian yang dipusatkan di kompleks Kampung Kuala Cangkoy, Kecamatan Lapang, pada Sabtu (14/3/2026) itu dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago. Pembangunan ini merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, TNI, Polri, dan berbagai pihak, menandai babak baru pemulihan pascabencana di wilayah tersebut.

Bukti Kehadiran Negara di Tengah Masyarakat

Dalam acara peresmian yang berlangsung di atas lahan seluas 22.400 meter persegi itu, Menko Polkam Djamari Chaniago menekankan bahwa huntap ini adalah wujud nyata komitmen negara. Ia menyatakan bahwa kehadiran hunian ini menjadi simbol pemulihan dan harapan bagi warga yang kehilangan tempat tinggal.

“Ini adalah bukti negara hadir. Kita bersyukur pembangunan berjalan lancar. Saya berharap warga menjaga dan memanfaatkan hunian ini dengan sebaik-baiknya,” ujarnya dalam keterangan yang diterima, Minggu (15/3/2026).

Djamari juga menjelaskan, model bangunan bongkar pasang yang diterapkan memudahkan perawatan di masa depan. Oleh karena itu, ia mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan dan kerapihan lingkungan untuk menciptakan kenyamanan berkelanjutan.

Fasilitas Lengkap dan Siap Huni

Seluruh unit rumah tipe 36 tersebut diserahkan dalam kondisi siap huni dengan kelengkapan yang cukup memadai. Setiap rumah telah dilengkapi perabotan inti seperti sofa, meja tamu, televisi, tempat tidur, lemari pakaian, hingga perlengkapan dapur berupa kompor dan tabung gas. Instalasi listrik 900 VA, sumur, serta pompa air juga telah terpasang untuk mendukung aktivitas sehari-hari.

Tak hanya rumah tinggal, kompleks ini juga dilengkapi satu unit masjid dan balai pertemuan yang telah diberi sound system, karpet, dan Al-Qur’an. Sebagai bentuk perhatian terhadap kebutuhan spiritual, setiap kepala keluarga juga menerima Al-Qur’an dan perlengkapan salat secara individu. Untuk menjamin ketersediaan air bersih, sebuah mobil penjernih air disiagakan di lokasi.

Dukungan Menyambut Ramadan dan Kebangkitan Ekonomi

Memasuki bulan suci Ramadan, pemerintah juga memberikan perhatian khusus terhadap tradisi lokal. Menko Polkam menyerahkan bantuan lima ekor sapi kepada warga untuk mendukung pelaksanaan tradisi Meugang, sebuah budaya Aceh dalam menyambut hari besar keagamaan.

Bantuan lain yang turut disalurkan adalah mesin jahit, yang diharapkan dapat menggerakkan kembali roda perekonomian keluarga. Bantuan ini dirasakan langsung manfaatnya oleh para penerima, seperti yang diungkapkan salah satu warga.

Harapan dan Rasa Syukur Penghuni Baru

Afreza, salah satu penerima manfaat, mengungkapkan rasa syukurnya dapat memiliki rumah tetap setelah sekian lama mengungsi. Perasaan lega itu terasa khususnya karena ia dan keluarga bisa menyambut Idulfitri di rumah sendiri.

“Alhamdulillah, kami bisa menyambut Idulfitri di rumah sendiri. Terima kasih kepada pemerintah,” tuturnya.

Sementara itu, Ratna Idris, warga yang menerima bantuan mesin jahit, menyampaikan bahwa fasilitas tersebut membantunya membangkitkan kembali usaha jahit yang sempat terhenti akibat bencana. Bantuan ini bukan sekadar tempat tinggal, tetapi juga modal untuk kembali mandiri secara ekonomi.

Sinergi Antar Lembaga Diperkuat

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, mengapresiasi sinergi yang terbangun sejak fase tanggap darurat. Ia menilai pembangunan huntap ini merupakan langkah konkret dalam mempercepat pemulihan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat terdampak.

“Kemenko Polkam sejak awal bersama BNPB, bahkan mengerahkan lebih dari 20 unit mobil penjernih air. Hunian ini benar-benar membantu percepatan pemulihan warga,” jelasnya.

Dengan penyerahan huntap ini, ribuan warga Aceh Utara yang terdampak bencana kini memiliki kepastian untuk memulai kehidupan baru. Keberadaan fasilitas yang lengkap diharapkan dapat menjadi fondasi yang kokoh bagi mereka untuk bangkit dan kembali produktif.

Editor: Rico Ananda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar