PARADAPOS.COM - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyerukan kepada sejumlah negara, termasuk China dan Prancis, untuk mengerahkan kapal perang mereka ke Selat Hormuz. Seruan yang disampaikan melalui platform media sosialnya pada Sabtu itu bertujuan menjaga keamanan dan kebebasan pelayaran internasional di jalur strategis tersebut, yang kini menghadapi ancaman akibat eskalasi konflik dengan Iran.
Seruan untuk Patroli Multinasional
Dalam pernyataannya, Trump secara spesifik meminta negara-negara yang ekonominya terdampak oleh gangguan di selat itu untuk turut serta. Ia berargumen bahwa pendekatan kolektif diperlukan untuk meredam ancaman.
"Saya harap China, Prancis, Jepang, Korea Selatan, Inggris, dan lainnya yang terdampak pembatasan artifisial ini akan mengirimkan kapal mereka ke sana sehingga Selat Hormuz tak akan lagi menjadi ancaman bagi sebuah negara yang telah sepenuhnya dihancurkan," tulisnya di Truth Social.
Ia juga menegaskan komitmen Amerika Serikat untuk terus mengambil tindakan ofensif. Trump bersumpah akan terus menjatuhkan bom di pesisir Iran dan "terus-menerus menembaki kapal-kapal dan perahu-perahu Iran".
Latar Belakang Eskalasi dan Dampaknya
Konteks dari seruan ini adalah ketegangan militer yang memuncak menyusul serangan gabungan AS dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari 2026. Serangan yang menargetkan Teheran dan wilayah lain itu dilaporkan menimbulkan kerusakan infrastruktur yang signifikan serta korban jiwa. Iran pun membalas dengan melancarkan serangan terhadap wilayah Israel dan pangkalan militer AS di berbagai lokasi di Timur Tengah.
Gelombang kekerasan ini telah memicu blokade de facto di Selat Hormuz. Jalur sempit ini merupakan urat nadi perdagangan energi global, di mana sebagian besar minyak dan gas LPG dari negara-negara Teluk Persia dialirkan ke pasar internasional. Gangguan yang terjadi telah mengacaukan logistik, menekan tingkat ekspor, dan berpotensi mempengaruhi produksi minyak di kawasan.
Upaya Menjaga Jalur Perdagangan Global
Posisi Trump, meski disampaikan dengan retorika yang keras, berpusat pada klaim untuk menjamin keamanan pelayaran. Ancaman terhadap Selat Hormuz bukan hanya persoalan regional, tetapi telah menjadi isu stabilitas ekonomi dunia yang mendesak. Analisis keamanan maritim sering menekankan bahwa gangguan di titik vital seperti ini dapat dengan cepat berimbas pada volatilitas harga energi dan rantai pasok global, sebuah skenario yang coba dihindari dengan menggalang patroli internasional.
Namun, seruan untuk aksi militer multinasional di perairan yang sensitif secara geopolitik ini dipastikan akan menuai respons yang kompleks dari negara-negara yang disebutkan maupun dari Iran sendiri. Situasi ini menggarisbawahi betapa rapuhnya jalur perdagangan strategis ketika menjadi sandera dalam konflik geopolitik yang lebih luas.
Artikel Terkait
Anggota DPR Kecaman Keras Serangan Air Keras terhadap Aktivis Andrie Yunus
Ganda Campuran Indonesia Tumbang di Semifinal Swiss Open 2026
Trump Ancam Serang Iran Lebih Keras Pekan Depan
Aliansi Jurnalis Video Bahas Solusi Tangkap Uap Bensin Berbahaya di SPBU