PARADAPOS.COM - Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Andreas Hugo Pareira, mengecam keras aksi penyiraman air keras terhadap aktivis HAM Andrie Yunus dari KontraS. Insiden yang terjadi usai rekaman podcast di Kantor YLBHI ini mengakibatkan korban mengalami luka bakar serius di sekujur tubuhnya. Politikus itu mendesak aparat kepolisian untuk segera mengungkap pelaku dan motif di balik serangan yang dinilainya sebagai bentuk teror dan upaya pembungkaman suara kritis masyarakat.
Kecaman Keras dari Parlemen
Dalam pernyataannya yang dikeluarkan pada Minggu (15/3/2026), Andreas Hugo Pareira tidak ragu menyebut aksi kekerasan ini sebagai tindakan yang brutal dan tidak manusiawi. Ia menegaskan bahwa serangan semacam ini tidak hanya menyasar individu, tetapi juga merupakan ancaman terhadap ruang demokrasi dan kebebasan berekspresi.
"Tindakan penyiraman air keras ini merupakan upaya untuk membungkam suara-suara kritis masyarakat khususnya pembela HAM," ujarnya.
Desakan untuk Pengungkapan Cepat
Lebih lanjut, Andreas menekankan tanggung jawab negara melalui aparat penegak hukum untuk memberikan rasa aman dan keadilan. Ia menyatakan bahwa proses penyelidikan yang cepat dan transparan mutlak diperlukan, bukan hanya untuk menangkap pelaku, tetapi juga untuk mengusut seluruh dalang dan motif yang melatarbelakangi insiden ini.
"Aparat kepolisian harus segera melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku serta motif dibalik serangan brutal yang sangat tidak manusiawi," tegasnya.
Pernyataan politikus senior itu terasa semakin keras saat ia menyoroti fungsi utama kepolisian. Dalam pandangannya, kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum akan terus terkikis jika kasus serangan terhadap figur publik seperti ini tidak segera menemui titik terang.
"Percuma negara ini punya aparat kepolisian kalau tidak mampu menemukan dan mengungkap motif pelaku," tuturnya.
Kronologi dan Dampak Serangan
Berdasarkan informasi yang beredar, serangan terjadi dalam situasi yang mengejutkan. Andrie Yunus baru saja menyelesaikan kegiatan rekaman siniar (podcast) bertema “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia” di Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) ketika dua orang tak dikenal mendekati dan menyiramnya dengan air keras.
Akibat serangan itu, kondisi Andrie dilaporkan cukup parah. Ia mengalami luka bakar di berbagai bagian tubuh, termasuk tangan, wajah, dada, dan yang paling mengkhawatirkan, area sekitar mata. Laporan medis menyebutkan terdapat setidaknya 24 titik luka bakar pada tubuhnya, yang memerlukan perawatan intensif dan pemulihan dalam waktu yang tidak sebentar.
Artikel Terkait
Arsenal Kukuhkan Puncak Klasemen Usai Tekuk Everton di Menit Akhir
Kemendikdasmen dan Kemenpora Perkuat Kolaborasi untuk Pembinaan Olahraga Pelajar
BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat hingga Sangat Lebat di Sejumlah Provinsi
Ganda Campuran Indonesia Tumbang di Semifinal Swiss Open 2026