PARADAPOS.COM - Kemenangan Spanyol atas Argentina di final Piala Dunia 2026 dengan skor tipis 1-0 bukan hanya membawa pulang trofi, tetapi juga hadiah uang sebesar USD 50 juta, atau setara dengan sekitar Rp 895 miliar. Namun, kabar gembira ini langsung diiringi kekhawatiran baru. Sebagian besar dari dana tersebut terancam dipangkas oleh pemerintah Amerika Serikat melalui pajak federal yang nilainya bisa mencapai 30 persen. Kebijakan ini pun memicu reaksi keras dari sejumlah anggota Kongres AS yang menilai langkah tersebut tidak adil dan kontraproduktif, terutama di tengah persiapan Amerika sebagai tuan rumah berbagai ajang olahraga internasional besar.
Aturan Pajak yang Mengancam Hadiah Juara
Berdasarkan laporan yang beredar pada Rabu (22/7), pendapatan yang diperoleh dari aktivitas yang dilakukan di wilayah Amerika Serikat secara umum, bahkan hampir di semua kasus, menjadi objek pajak Internal Revenue Service (IRS). Dalam praktiknya, hukum perpajakan AS menyebutkan bahwa pembayaran tertentu kepada atlet asing yang bukan residen akan dikenakan pemotongan pajak federal sebesar 30 persen. Ketentuan ini hanya bisa dikurangi jika ada perjanjian pajak atau pengecualian khusus yang berlaku.
Artinya, dari total hadiah yang diraih La Furia Roja, sekitar USD 15 juta atau lebih dari Rp 268 miliar berpotensi harus disetorkan ke kas negara AS. Situasi ini tentu menjadi ironi tersendiri, mengingat perjuangan keras para pemain di lapangan hijau.
Kongres AS Bereaksi: "Ini Perampokan"
Kritik pedas pertama datang dari anggota Kongres, Tim Burchett. Ia tidak ragu menyebut kebijakan ini sebagai sebuah penipuan besar.
"Saya rasa ini adalah perampokan," kata Burchett.
Menurutnya, potensi beban pajak yang begitu tinggi justru mengirimkan pesan yang keliru di saat Amerika Serikat tengah mempersiapkan diri menjadi tuan rumah bagi lebih banyak acara olahraga internasional bergengsi. Ia menekankan bahwa negara seharusnya mendorong atlet dan pengunjung asing untuk membelanjakan uang mereka di dalam negeri, bukan malah membebani mereka dengan kewajiban pajak yang memberatkan.
"Saya bukan pendukung IRS. Mereka menghasilkan banyak uang di sini, tapi saya tidak suka itu. Kami ingin mendorong orang-orang datang ke sini dan menghabiskan uang mereka, dan kita mengambil sebagian besar dari itu," ujarnya.
"Kita harus memiliki sistem pajak yang lebih baik," lanjutnya.
Kritik dari Berbagai Sudut Pandang
Anggota Kongres lainnya, Jonathan Jackson, juga angkat bicara. Ia mengkritik potensi tarif pajak yang tinggi atas hadiah uang Spanyol sebagai sesuatu yang keliru secara fundamental.
"Ini salah, dan ini semacam menyoroti sesuatu yang lebih besar," kata Jackson.
Jackson tidak berhenti di situ. Ia memperluas kritiknya pada kode pajak AS secara keseluruhan. Baginya, sudah seharusnya perusahaan-perusahaan besar yang membayar pajak lebih banyak, bukan justru membebani para pekerja. Ia mencontohkan kasus ini sebagai gambaran klasik dari apa yang tidak beres dengan sistem perpajakan di Amerika.
"Mereka seharusnya membayar pajak daripada memiliki celah pajak. Masyarakat, para pekerja yang bekerja, mereka seharusnya tidak membayar 30 persen pajak dari pendapatan mereka," kata Jackson.
Sementara itu, Burgess Owens, anggota Kongres yang juga seorang mantan pemain NFL, sepakat bahwa potongan 30 persen terlalu tinggi. Namun, ia memanfaatkan momen ini untuk menyoroti sisi lain dari penyelenggaraan Piala Dunia di AS. Dengan nada yang sedikit lebih ringan, ia bercerita bagaimana turnamen sepak bola terbesar di dunia ini justru berhasil menarik minatnya pada olahraga yang sebelumnya tidak pernah ia sukai.
"Saya sangat menghargai sepak bola sekarang. Saya pikir ini akan menjadi pendobrak bagi banyak anak-anak kita. Jadi, saya ingin mengucapkan selamat kepada presiden (Donald Trump) dan semua orang yang mewujudkan ini. Sayangnya, begitulah kenyataan di negara kita yang penuh pajak ini," kata Owens.
Artikel Terkait
Kembang Api Final Piala Dunia 2026 Diduga Berwarna Argentina, Viral Tuduhan Pertandingan Diatur
FIFA Tetapkan Enam Negara Tuan Rumah Piala Dunia 2030, Lintasi Tiga Benua
Spanyol Juara Piala Dunia 2026 Usai Kalahkan Argentina 1-0, Kontroversi Insiden Cucurella-Messi Warnai Final
Kericuhan Warnai Final Piala Dunia 2026, Pemain Argentina Pukul Lawan Usai Takluk dari Spanyol